Feeds:
Tulisan
Komentar

Dr. Rahmat


“Apa Yang Anda Ukur, Itu Yang Anda Raih”


Seorang teman, Koordinator Pelaksana program RSBI dari salah satu SMA Negeri pada forum diskusi kecil di Direktorat Pembinaan SMA menyatakan harapannya untuk mendapat bantuan mengembangkan sister school. Beliau datang untuk mendapatkan informasi tentang sekolah yang dapat membantu sekolahnya untuk menjalin kerja sama. Sekolah mana yang harus dihubunginya?

Dalam diskusi singkat itu terungkap harapkan dari kerja sama yang akan dilakukan? Bidang apa yang dapat dikerjakan bersama sehingga semua pihak yang bekerja sama memperoleh keuntung darinya? Yang menjadi harapannya adanya sekolah yang bermutu dapat memberikan bantuan kepada sekolahnya?

Lanjut Baca »

Dr. Rahmat


Beberapa bulan lalu sahabat kita, kepala SMA Negeri terkemuka di kotanya baru pulang dari Turki. Ia terkagum-kagum melihat kemajuan ekonomi Turki sebagai buah dari kesungguhannya meningkatkan mutu pendidikan. Sekali pun kemajuan ekonomi negara tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, namun dia yakin bahwa pendidikan telah memberikan andil yang besar bagi kemajuannya. Pelajaran lain yang dapat dipetiknya ialah keseriusan sekolah dalam menyiapkan siswa untuk berkompetisi pada olimpiade tingkat dunia. Keseriusan itu diwujudkan dalam bentuk prestasi siswa yang nyata, menjadi juara dunia. Ini adalah sebuah model bagaimana mewujudkan harapan terbaik. Pelajaran terakhir ini selalu ia ceritakan kepada guru-guru di sekolahnya. Lanjut Baca »

Indonesian Version

Nirmala Darmarajah
Park West High School, Living Environment, Summer 2001

This lesson is intended to provide a general description of the digestive system and to provide the students with a visual representation of what happens to food as it passes through.

Objective: To demonstrate the movement of food through the digestive system.

Learning Outcome: Students should be able to identify the major organs of the digestive system and their functions.

Materials: pieces of apple, rubber tubing, funnel, beaker, hydrochloric acid, sponge, mallet, paper towels, diagram of the digestive system

Begin by providing the students with basic facts about the role of the mouth, esophagus, stomach, small intestine, and large intestine within the digestive system.
Then show them the materials listed above. Enlist the students in choosing which pieces of equipment represent which organs in the digestive system.

Procedure: At the students’ direction, (question and provide clues if they are having trouble) follow these simple steps.

1. Crush the pieces of apple with the mallet and add a little water to the mixture (teeth and saliva).
2. Using the funnel, pour the mixture into the rubber tubing and, using your hands, squeeze it through. (esophagus and peristalsis)
3. Put the mixture into a beaker containing a small amount of hydrochloric acid (remember safety precautions) (stomach)
4. Pour the mixture onto the sponge and allow the liquid portion to be absorbed. (small intestine)
5. Collect the solid pieces and place them on the paper towel to absorb the water. (large intestine)

Often systems of the body are taught in abstract ways that don’t really allow students to visualize what is actually happening inside. Although it is simple, this lesson provides a picture of the digestive process which may help students better understand the more detailed facts about this system.

Source : http://www.scienceteacherprogram.org/biology/nirmala01.html

Acces : May, 9, 2008


Versi Asli

Nirmala Darmarajah

Park West High School, Living Environment, Summer 2001


Pelajaran ini ditujukan untuk menyediakan penjelasan umum mengenai system pencernaan dan secara visual memberi gambarakan kepada siswa mengenai apa yang terjadi pada makanan saat makanan masuk ke dalam tubuh.

Tujuan : Untuk menunjukkan pergerakan makanan di dalam saluran pencernaan

Indikator : Siswa dapat mengidentifikasi organ-organ penting di dalam sistem pencernaan dan fungsinya.

Material : Potongan buah/sayur, air, corong, gelas ukur, asam hidroklorida, spons, selang karet, mortar, kertas tissu, dan diagram sistem pencernaan.

Dimulai dengan memberikan siswa fakta dasar/awal mengenai kegunaan mulut, esophagus, lambung, usus halus, dan usus besar di dalam sistem pencernaan.

Kemudian tunjukkan kepada siswa material di atas dan minta beberapa siswa untuk memilih salah satu alat-alat tersebut yang berupa representasi dari organ-organ pencernaan.

Prosedur : berikan pengarahan kepada siswa untuk mengikuti instruksi dari guru.

1. Hancurkan potongan buah/sayur dengan mortar dan tambahkan sedikit air pada campuran ( gigi dan saliva)

2. Menggunakan corong, tuangkan hasil hancuran (campuran) kedalam selang karet, dan menggunakan, remas-remas selangnya (esophagus dan gerakan peristaltik)

3. Tempatkan campuran kedalam gelas ukur yang mengandung sedikit asam hidroklorida (lambung).

4. Tuangkan campuran kedalam spons dan biarkan bagian cair dari campuran tersebut diserap oleh spons (usus halus)

5. Ambil bagian kasar yang tersisa di atas spons kemudian tempatkan dalam kertas tissue untuk menyerap air yang tersisa (usus besar)

Seringkasli sistem tubuh diajarkan dengan cara yang abstrak sehingga tidak dengan mudah membuat siswa dapat memvisualisasi apa yang sebetulnya terjadi di dalam sistem pencernaan. Walaupun sederhana, pelajaran ini menyediakan gambaran proses pencernaan yang dapat membantu siswa memahami lebih baik, dan lebih detil mengenai sistem pencernaan.

Sumber : hhtp://www.scienceteacherprogram.org/biology/nirmala01.html

Tanggal akses : 9 Mei 2008

Perkembangan global berdampak langsung pada aktivitas banyak siswa di dalam kelas melalui berbagai media komunikasi. Siswa menjadi bagian dari perubahan. Mereka seharusnya mendapatkan nilai tambah dari keterlibatannya. Perkembangan imajinasinya menggglobal karena aktivitasnya terkait media komunikasi dan perangkat hiburan yang mendunia.

Atas dasar itu pendidikan bertaraf internasional sebenarnya sebuah keniscayaan. Isu yang mengikat para siswa pada dimensi global ini tidak hanya soal bahasa dan teknologi, mereka juga tidak dapat melepaskan diri dari soal lingkungan hidup dan pemanasan global, kelangkaan pangan dunia, dan harga minyak yang telah menggoyahkan stabilitas ekonomi negara. Semuanya itu seharusnya langsung berpengaruh pada topik-topik pembicaraan antara siswa dan guru di dalam kelas.

Lanjut Baca »

Saya sering menghadapi kesulitan dalam menemukan animasi bergerak yang akan ditempatkan pada power point agar presentasi menjadi lebih hidup. Berdasarkan pengalaman, animasi bergerak ini dapat membantu menarik perhatian, jadi obat ngantuk. Karena itu, saya coba kumpulkan berbagai animasi dari web-web yang tersebar di internet. Lanjut Baca »

Berikut ini saya sediakan link untuk mengunduh (download) beberapa peraturan pendidikan yang saya kira banyak dibutuhkan oleh para pendidik. Peraturan lainnya dapat dilihat di http://www.depdiknas.go.id .

Jika ingin mengunduhnya, silahkan klik jenis peraturan yang diinginkan…..

Semoga berguna….

> Permen No. 12 Tahun 2007

> Permen No. 13 Tahun 2007

> Permen No. 16 Tahun 2007

> Permen No. 18 Tahun 2007

> Permen No. 19 Tahun 2007

> Permen No. 20 Tahun 2007

> Permen No. 22 Tahun 2007

> Permen No. 23 Tahun 2007

> Permen No. 24 Tahun 2007

> UU No 32 Tahun 2004

> PP No 19 Tahun 2005 – Standar Nasional Pendidikan

Pekerja profesional pada lembaga profesional

Pengembangan profesi dalam perkembangan terakhir merupakan bagian strategis dalam meningkatkan daya adaptasi lembaga untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan daya kompetisi dalam tingkat persaingan semakin ketat. Pemikiran ini menempatkan kepentingannya semakin meningkat setelah diyakini bahwa sumber daya manusia sebagai sumber daya utama dan terutama dalam mengembangkan daya adaptasi organisasi. Masalah lain yang tidak kalah penting adalah perubah akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat yang telah berdampak pada perubahan dalam berbagai bidang pekerjaan. Perubahan yang sangat cepat dalam era teknologi informasi telah berdampak pada bertambahnya jenis-jenis pekerjaan baru terutama di negara maju yang tidak selalu terantisipasi oleh lembaga pendidikan. Lanjut Baca »

Pendahuluan

Istilah profesi sudah menjadi istilah yang sangat populer dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Maknanya berkaitan dengan nilai-nilai ideal yang berkaitan dengan kapasitas seseorang melakukan pekerjaannya. Sekali pun sangat dekat dengan pemikiran, namun istilah itu tidak mudah diwujudkan. Salah satu kesulitan merealisasikan dalam tindakan sehari-hari karena ketidakjelasan indikator kinerja sebagai penjabaran dari konsep teoritis ke dalam tindakan praktis. Dengan adanya permasalah itu, sekolah sering tidak dapat mengetahui dengan jelas apakah seseorang guru telah bertindak profesional sehingga dapat mengerjakan tugasnya dengan baik atau belum. Pembicaraan tentang profesi sering retorika dalam setiap rapat atau penataran sehingga hasilnya tidak terukur dan teramati dengan jelas.

Dengan demikian pengembangan profesi seharusnya tidak hanya bahan diskusi dalam rapat atau penataran, namun perlu diubah ke dalam indikator-indikator yang dapat diobservasi dan diukur. Lanjut Baca »

”Kita adalah warga dunia yang diciptakan Allah sama baiknya dengan bangsa-bangsa mana pun; oleh karena itu mari kita pastikan dapat berkompetisi ”

Didasari dengan semangat itu, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 Pasal 50 ayat 3 menyatakan bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional. Hal ini tidak lain agar bangsa ini mampu berkolaborasi dan berkompetisi dengan warga dunia dari belahan negara yang berbeda dalam naungan satu dunia. Kita hanya memiliki bumi dan berada dalam alam raya yang sama.

Kita, bangsa Indonesia, adalah bagian dari masyarakat dunia sehingga pendidikan Indonesia merupakan bagian dari sistem pendidikan internasional. Amanat itu mengandung makna penting mensejajarkan mutu lulusan dengan lulusan sekolah di mana pun, namun bukan berarti harus menjadi internasionalisasi pendidikan Indonesia. Mensejajarkan mutu lulusan justru harus menguatkan berkepribadian Indonesia, menguatkan daya adaptasi dan kompetisi bangsa pada forum dunia.

Departemen Pendidikan Nasional (2007) mendefinisikan sekolah bertaraf internasional adalah sekolah yang memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan serta mengacu pada standar pendidikan salah satu negara-negara Organization for Economic Co-opration and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu di bidang pendidikan. Orientasi itu didasari dengan argumen OECD telah meraih kemajuan dalam bidang ekonomi dengan dukungan sumber daya manusia yang bermutu. Dari prespektif pendidikan, kemajuan ekonomi dan kesejahteraan suatu kelompok masyarakat pasti didukung dengan mutu pendidikan yang baik. Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »