<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Guru Pembaharu</title>
	<atom:link href="http://gurupembaharu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gurupembaharu.wordpress.com</link>
	<description>Guru adalah pemilik dunia yang selalu berada dalam persaingan antar-bangsa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 01:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gurupembaharu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Guru Pembaharu</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gurupembaharu.wordpress.com/osd.xml" title="Guru Pembaharu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gurupembaharu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindah Alamat Blog</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2009/10/18/pindah-alamat-blog/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2009/10/18/pindah-alamat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 04:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman, berkenaan dengan semakin banyaknya hal yang perlu saya tulis serta untuk memudahkan pembaca menggunakannya, maka saya pindahkan pengelolaan blog ini ke dalam bentuk web. Silakan klik www.gurupembaru.com untuk melanjutkan menambah informasi pendidikan yang teman-teman perlukan. Atas kunjungan teman-teman saya ucapkan terima kasih.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=105&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman, berkenaan dengan semakin banyaknya hal yang perlu saya tulis serta untuk memudahkan pembaca menggunakannya, maka saya pindahkan pengelolaan blog ini ke dalam bentuk web. Silakan klik <strong><a href="http://gurupembaharu.com/">www.gurupembaru.com</a></strong> untuk melanjutkan menambah informasi pendidikan yang teman-teman perlukan.</p>
<p>Atas kunjungan teman-teman saya ucapkan terima kasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=105&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2009/10/18/pindah-alamat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Antara Jayapura dan Medan</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/12/24/kisah-antara-jayapura-dan-medan/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/12/24/kisah-antara-jayapura-dan-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 15:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 6 Desember 2008 Hari itu saya mendapat kesempatan pertama menikmati pemandangan Papua.  Pada pagi hari ketika sejenak terlelap, tiba-tiba di ujung pulas tidur matahari telah bersinar benderang. Salah hitung dikira masih jam 3 pagi karena di tangan masih melekat waktu Jakarta, jadi solat subuh menggunakan waktu Jakarta juga, malu&#8230;dengan matahari. Memasuki Biak di pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=102&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jayapura, 6 Desember 2008</p>
<p>Hari itu saya mendapat kesempatan pertama menikmati pemandangan Papua.  Pada pagi hari ketika sejenak terlelap, tiba-tiba di ujung pulas tidur matahari telah bersinar benderang. Salah hitung dikira masih jam 3 pagi karena di tangan masih melekat waktu Jakarta, jadi solat subuh menggunakan waktu Jakarta juga, malu&#8230;dengan matahari.</p>
<p>Memasuki Biak di pagi hari, Papua menyajikan keindahannya yang khas. Pantai pasir putih dan laut yang jernih. Pantai yang indah itu meningkat ke daratan yang berbatasan dengan tebih yang curam, dan daratan yang bergelombang. Pemandangan daratan bergelombang itu makin jelas wujudnya sampai Jayapura. Menjelang  Danau Sentani yang tenang membelah celah gunung yang bergunduk-gunduk dengan jumlah puncaknya sulit terhitung. Indahnya kecuraman gunung yang mengujam laut mengingatkan eloknya pemandangan sekitar Hongkong. Cuma kesempitan lahan orang Hongkong telah membuat betah orang-orang bermata sipit. Sedangkan kegelapan hutan Papua melahirkan orang-orang keriting, dan hitam manis&#8230;..</p>
<p>SMA Negeri 3 Papua ada di atas danau Sentani, sekitar setengah jam perjalanan dari Bandara Sentani atau sekitar 20Km dari Jayapura. Sebuah sekolah berasrama. Siswanya berbaur antara siswa keturunan papua dan pendatang, berbaur pula yang sholat dan yang ke Gereja.</p>
<p>Sekolah rintisan SMA bertaraf internasional berindikator menara dan piring parabola visat dengan aliran listrik katanya sering putus. Jadi bintek di sini digetarkan dengan bisingnya suara mesin disel di samping aula tempat kami berkumpul. Internet dapat dinikmati siswa sebagai sumber belajar. Lima guru MIPA pada tahun pelajaran lalu mengikuti pelatihan di Australia selama tiga bulan.  Dan, &#8230;..dengan keberangkatan rombongan itu sekolah menjadi kelimpungan karena guru utama pergi  semua. Jadi karena itu, denyut pembaharuan pembelajaran belum dimulai tahun lalu.</p>
<p>Penggunaan bahasa Inggris kalau di Pemalang dan di Pekalongan saya dengar pada sesi tanya jawab dilontarkan oleh para siswa, maka di sini di Papua pertunjukan yang baik itu tidak saya dengar. Belum banyak kemajuan yang sekolah pamerkan dalam kunjungan singkat ini. Kata guru-guru, kalau di Australia mereka bisa bahasa Inggris, pulang ke sini sedikit demi sedikit kemampun itu berkurang karena bahasa Inggris tidak biasa dipakai. Sayang sekali.</p>
<p>Pembahasan masalah dalam bimtek adalah sikap pandang sebagian teman-teman guru yang menggunakan logika seharusnya kami menikmati kesejahteraan keuangan yang lebih banyak dari pemerintah jika pemerintah ingin mutu pendidikan meningkat, apalagi sekolah bertaraf internasional, maka gajinya juga harus bertaraf internasional. Lalu ketika saya bergurau tentang sertifikasi guru, lalu saya tanya apakah di sini ada yang sudah menerima, sontak teman guru yang lain menunjuk yang bicara itu yang sudah terima dana sertifikasi guru. Gurauan saya lanjutkan, apakah dana itu telah meningkatkan kinerja Bapak? Beliau jawab, belum Pak , sebelum  mutu kompetensi meningkat uangnya sudah habis lagi. Jadi &#8230;tak adalah peningkatan.</p>
<p>Dalam pertemuan semua guru hadir, mereka sangat antusias ingin meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan delapan standar. Contohnya melalui penyediaan buku bacaan berbahasa Inggris. Ada usul menarik dari wakil ketua Komite Sekolah yang pada saat itu hadir. Menurut penjelasannya,  India menyepakati kerja sama dengan penerbit dari Amerika untuk menerbitkan buku mata pelajaran. Pencetakannya tidak dilakukan di Amerika namun di India sehingga pelajar India menikmati buku-buku Amerika dengan harga India. Sebuah usul yang bagus agar Depdiknas juga berinisiatif untuk melakukan hal yang sama. Namun yang tidak saya ungkapkan bahwa pada tahun 2006 lalu, 100% sarjana India fasih berbahasa Inggris sehingga buku berbahasa Inggis laku untuk anak SMA. Apa anak SMA di Papua membutuhkan buku seperti itu?  Oleh karena itu, saya katakan, sebelum kerja sama seperti itu dapat diwujudkan, ada baiknya menyusun program dulu di sini untuk meningkatkan intensifikasi membaca informasi yang dibutuhkan dari internet.</p>
<p>Dalam pertemuan singkat di awal sebelum pelaksanaan bimtek, kepala sekolah menunjukan sebuah buku Kimia terbitan Cambrigde dar lemarinya. Katanya hal seperti ini yang sesungguhnya kita butuhkan. Jadi perpustakaannya masih terlalu banyak mengoleksi bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris bagi sebuh sekolah yang dicanangkan untuk menjadi sekolah R-SMA-BI.</p>
<p>Sebelum pulang saya berkeliling sekolah yang letaknya jauh dari perumahan masyarakat. Di tempat yang tinggi ini belum banyak indikator bertaraf internasional saya dapatkan. Sempat saya ingatkan, jika tidak ada indikator yang secara nyata memamerkan mutu bertaraf internasioal, bisa memeroleh predikat tambahan, yaitu BR-SMA-BI. Yaitu bekas rintisan SMA bertaraf internasional.</p>
<p>Semoga sekolah yang baik itu  dapat mewujudkan cita-citanya yang luhur, jangan sampai luruh. Menjadi sekolah negeri berasrama terbaik di Jayapura. Be diffrent, more better. They can translate best purpose to the small activity at daily life. Bravo Papua.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=102&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/12/24/kisah-antara-jayapura-dan-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi : Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Pendidikan</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/24/refleksi-bimbingan-teknis-penjaminan-mutu-pendidikan/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/24/refleksi-bimbingan-teknis-penjaminan-mutu-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 18:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 25 Oktober 2008 Ada dua agenda kegiatan hari ini yang saya ikuti yang sama-sama mengkaji bagaimana mutu pendidikan ditingkatkan. Agenda pertama adalah memberikan pengarahan kepada tim perencana pembentuk tim pengembang kurikulum di Kota Bogor. Kedua menyampaikan materi bimbingan teknis untuk program rintisan SMA bertaraf internasional di Direktorat Pembinaan SMA di Cipete Jakarta. Pada agenda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=94&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat, 25 Oktober 2008</p>
<p>Ada dua agenda kegiatan hari ini yang saya ikuti yang sama-sama mengkaji bagaimana mutu pendidikan ditingkatkan.  Agenda pertama adalah memberikan pengarahan  kepada tim perencana pembentuk tim pengembang kurikulum di Kota Bogor. Kedua menyampaikan materi bimbingan teknis untuk program rintisan SMA bertaraf internasional di Direktorat Pembinaan SMA di Cipete Jakarta.</p>
<p>Pada agenda pertama saya menyampaikan kerangka pikir pengembangan kurikulum dari mulai identifikasi filosofi, landasan legal, oprasional manajemen, dan indikator kinerja yang akan dikembangkan menjadi instrumen evaluasi pada tiap langkah kegiatan.</p>
<p>Secara filosofis kurikulum itu harus mencerminkan kapasitas potensi diri siswa yang meliputi aspek kapasitas intelektual dan motivasi belajarnya sehingga siswa dapat menampilkan potensi daya saingnya dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupannya. Para pengembang diharapkan memiliki persepsi yang sama tentang konstruksi manusia seperti apa yang menjadi cita-citanya untuk dikembangkan, materi apa yang harus diberikan dan dengan cara bagaimana memberikannya.</p>
<p>Undang-undang sistem pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2005 menjawab tantangan itu dengan menegaskan pentingnya mengembangkan suasana dan proses belajar yang dapat membangun peluang siswa mengembangkan diri secara aktif potensi dirinya.  Suasana yang diharapkan itu adalah yang memberi kesenangan kepada siswa untuk mengembangkan potensi kecerdasannya dan motivasinya sehingga memiliki daya juang untuk belajar.</p>
<p>Pengembangan kecerdasan yang membangun manusia Indonesia yang cerdas adalah menjadi harapan yang digariskan undang-undang namun hingga saat ini  pengelola pendidikan belum membangun pengakuan secara tegas apakah kita telah melaksanakan amanat undang-undang atau malah kita tidak tunduk pada aturan itu.</p>
<p>Masalahnya ialah kita belum memetakan kriteria teknis mengembangkan kecerdasan siswa secara sistematis. Ruang lingkup pengembangan kecerdasan dalam penyelenggaraan pengajaran belum jelas tersusun. Hal ini terbukti dalam konstruksi rencana pelaksanaan belajar yang disusun oleh guru-guru SMA masih jauh dari kriteria teori yang ada.  Selama ini guru-guru menggunakan paradigma Bloom dalam memetakan  konstruksi pikiran kritis siswa dari mulai mengingat sampai pada evaluasi pada ranah kognitif.</p>
<p>Pemetaan itu tidak pernah mendapat perhatian serius di sekolah. Apakah pendidik telah mengembangkan proses pembelajaran sampai berhasil mengembangkan potensi berpikir siswa  sampai pada daya analisis, sintesis dan ealuasi. Karena penyuelenggaraan audit atau supervisi pendidikan dalam kelas pada umumnya tidak berjalan sesuai dengan kriteria, sekolah pada umumnya tidak memiliki standar yang terukur dalam melaksanakan supervisi  maka pada umumnya sekolah tidak mengetahui dengan jelas tingkat pencapaian guru dalam menjaga mutu dalam mengembangkan kapasitas berpikir kritis siswa.</p>
<p>Dalam soal mengembangkan kriteria teknis mengembangkan kapasitas berpikir siswa juga sangat jelas terlihat pada indikator yang pendidikan kembangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di banyak sekolah.  Indikator pembelajaran pada berbagai bidang studi tidak memenuhi kriteria pada model-model berpikr yang teorinya terus berkembang seperti Multiple Intellegence  hasil pemikiran Goleman, atau model yang dikembangkan oleh Meyer Briggs yang mengembangkan model berpikir intuitif dan sensing.</p>
<p>Dalam diskusi tentang pengembangan tim masih didapatkan  interaksi pada pembicaraan mengenai unsur-unsur dasar yang tidak terekam sehingga dari dulu sampai sekarang dalam setiap forum diskusi itu memiliki rujukan apa yang sudah dikembangkan sebelumnya, dan apa yang harus dilakukan ke depan. Kita berputar dan bolak balik di landasan sehingga tidak pernah terbang.</p>
<p>Menghayati materi dan prosedur yang ditempuh dalam diskusi ini membangun kesadaran dan pemikiran  bahwa dalam penyelenggaraan otonomi daerah itu sangat tidak terdukung oleh tim ahli yang cakap untuk mengembangkan kurikulum yang cerdas. Sementara pemerintah berpersepsi orang-orang daerah itu seharusnya berdaya&#8230;.</p>
<p>Agenda kedua, menyampaikan materi bahan bimbingan teknis untuk meningkatkan kinerja program rintisan SMA bertaraf internasional. Forum ini terselenggara dengan mengembangkan model diskusi yang sangat aktif dan interaktif.</p>
<p>Ada beberapa pokok pikiran yang dikemukakan oleh Direktur  Pembina SMA di ataranya bimbingan teknis ini penting sebagai forum pertemuan untuk menagih janji  pemerinatah daerah provins maupun kabupaten kota. Pada saat program ini digulirkan mereka telah berkomitmen untuk memfasilitasi program ini. Komitmen itu tidak dapat ditunjukan oleh semua daerah. Beberapa daerah tidak menunjukan itikadnya untuk mewujudkan komitmen itu. Yang tidak mewujudkan komitmen itu artinya melanggar undang-undang.</p>
<p>Pemikiran lain yang beliau tegaskan adalah dana block grant R-SMA-BI akan diberikan selama 5 tahun kepada sekolah yang berkomitment dan menunjukan kinerjanya dengan baik. Artinya meningkatkan efektivitas kinerjanya sesuai dengan kriteria pada standar nasional pendidikan. Sekolah yang tidak memenuhi kriteria mutu yang dipersyaratkan dalam program, sebelum mencapai 5 tahun pun harus berhenti mendapat bantuan.</p>
<p>Untuk itu diperlukan supervisi. Lihat sekolah secara menyeluruh. Perhatikan perkembangannya. Jika ada hal yang masih belum sesuai dengan harapan atau menyimpang dari jalur yang tepat untuk mencapai tujuan, maka lakukan perbaikan bersama-sama.</p>
<p>Ditegasnya pula bahwa penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional jangan dibiaskan dengan kewajiban untuk merapkan standar ISO, Cambrige, Harvard, atau IBO.  Itu penting dan baik, namun jauh lebih penting lagi memahami bagaimana standar nasional pendidikan itu diterapkan untuk mengingkatkan mutu hasil belajar siswa sehingga lulusan SMA di tanah air ini dari mana pun akan memiliki mutu yang sama sehingga dapat melanjutkan ke mana pun. Jadi jangan salah bahwa RSBI bukan menyiapkan lulusan  SMA untuk melanjutkan ke luar negeri, namun supaya mereka kompetitif di mana pun, di dalam atau ke luar negeri.</p>
<p>Soal mau ke mana siswa melanjutkan, itu menyangkut keputusan yang berbeda. Tidak menjadi kewenangan pengelola RSBI.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=94&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/24/refleksi-bimbingan-teknis-penjaminan-mutu-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adopsi ISO, Adaptasi, Kalau Bisa Beli</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/15/adopsi-iso-adaptasi-kalau-perlu-beli/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/15/adopsi-iso-adaptasi-kalau-perlu-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Selama dua hari tanggal 13 dan 14 Oktober saya mengikuti kegiatan pelatihan calon auditor ISO pada lingkungan Direktorat Pembinaan SMA di Bogor. Saya bersyukur penantian yang lama untuk memahami bagaimana ISO diimplementasikan tercapai juga. Alhamdulillah. Setelah mengikuti pelatihan saya dapatkan tambahan pengetahuan. Pertama, ISO tidak akan berprakarsa membimbing organisasi mempertajam intuisi untuk membangun inspirasi baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=86&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama dua hari tanggal 13 dan 14 Oktober saya mengikuti kegiatan pelatihan calon auditor ISO pada lingkungan Direktorat Pembinaan SMA di Bogor. Saya bersyukur penantian yang lama untuk memahami bagaimana ISO diimplementasikan tercapai juga. Alhamdulillah.</p>
<p>Setelah mengikuti pelatihan saya dapatkan tambahan pengetahuan. Pertama, ISO tidak akan berprakarsa membimbing organisasi mempertajam intuisi untuk membangun inspirasi baru mengenai bagaimana lembaga dan orang-orang meningkatkan mutu. Prakarsa itu harus datang dari kecerdasan lembaga secara internal.</p>
<p>Prakarsa mengembangkan mutu harus tetap berporos pada visi dan pimpinan lembaga yang visioner dan menjadi praktisi yang handal sehingga dapat menerjemahkan visi pada aksi-aksi yang cerdas.</p>
<p>Aksi cerdas itu menurut ISO harus direncanakan, diterapkan, diaudit, dan kalau ada yang berpotensi menyimpang segera lakukan perbaikan. </p>
<p>Dalam menerapkan empat macam prosedur itu diperlukan tim kerja yang pimpin langsung oleh pimpinan lembaga. Di sekolah pasti kepala sekolah. Karena kepala sekolah sering kurang konsentrasi pada mutu, apalagi kalau terancam kena degradasi, maka yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana menjalin komunikasi dan berpartisipasi pada pusat kekuaaan politik, maka dalam lembaga harus ada orang yang pekerjaan sehari-harinya memelihara dan menjaga agar mutu yang direncanakan dapat diwujudkan. </p>
<p>Di bawah wakil manajemen mutu ini definisi mutu dikembangkan, sasaran dan target mutu disusun dan ditulis. Prosedur untuk mewujudkan mutu itu dibuat dan disahkan. Pendeknya semua hal harus ditulis sehingga jadilah kaidah ISO, menuliskan apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis.</p>
<p>Sebetulnya, perkara mengadopsi ISO itu mudah. Definisi mutu tinggal mengadopsi dari standar nasional pendidikan. Semua bisa diadopsi. Jika tidak sanggup semua pilih mana yang menjadi prioritas dulu. Yang dapat dilakukan, yang paling berpengaruh pada peningkatan mutu kinerja belajar siswa. Yang paling mungkin memperoleh dukungan biaya, sarana, dan sumber daya manusia.</p>
<p>Buat administrasi untuk mencatat, sebetulnya tidak harus persis sama dengan seluruh kaidah yang ISO terbitkan, asal dapat mencatat apakah prosedur yang telah ditetapkan itu dilaksanakan atau tidak.  Jika tidak bisa dikerjakan maka carilah penyebabnya. Lalu perbaiki. Jadi catatan itu membantu agar kita konsisten dan persisten.</p>
<p>Jadi yang paling penting kalau kita mau mengadopsi ISO. Harus konsisten untuk mengubah budaya bicara ke budaya mencatat. Dari budaya percaya ke budaya fakta, ada dokumen sesuai dengan rencana. </p>
<p>Mudah, tapi dukungan budaya data di sekolah harus kita kembangkan dulu. Melalui komitment kita mengubah kultur dengan janji. Saya siap&#8230;..saya konsisten, dan kalau mau tahu tidak usah saya katakan, tetapi silakan anda lihat apakah pekerjaan saya memenuhi kriteria yang telah ditetapkan atau tidak.</p>
<p>Menerapkan ISO itu menerapkan kriteria yang kita sepakati bersama. Selamat mencoba dulu, jika punya uang silakan membelinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=86&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/10/15/adopsi-iso-adaptasi-kalau-perlu-beli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa dan Bagaimana SKS</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/17/bagaimana-sks-diselenggarakan/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/17/bagaimana-sks-diselenggarakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 03:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[RSBI]]></category>
		<category><![CDATA[SKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Rahmat 15 Juli 2008 Dalam Millis SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) terungkap bahwa banyak sekolah menghadapi kesulitan dalam menerapkan sistem kredit semester (SKS) sesuai dengan amanat undang-undang sistem pendidikan nasional. Yang menjadi kendala ialah terbatasnya pemahaman tentang penerapan SKS dalam pengelolaan kurikulum di sekolah. Dasar Pendidikan nasional bertujuan untuk memanusiakan manusia Indonesia. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=57&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Rahmat<br />
15 Juli 2008</p>
<p><a href="http://gurupembaharu.files.wordpress.com/2008/07/sks-wordpress.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dalam Millis SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) terungkap bahwa banyak sekolah menghadapi kesulitan dalam menerapkan sistem kredit semester (SKS) sesuai dengan amanat undang-undang sistem pendidikan nasional. Yang menjadi kendala ialah terbatasnya pemahaman tentang penerapan SKS dalam pengelolaan kurikulum di sekolah.</p>
<p><strong>Dasar</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pendidikan nasional bertujuan untuk memanusiakan manusia Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan filosofis itu Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (USPN) No.2 tahun 1989 merumuskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkankan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia, bertujuan<span> </span>mencerdaskan kehidupan bangsa dan<strong> <em><span style="color:#0070c0;">mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.</span></em></strong><em><span style="color:#0f243e;"> </span></em>Sejalan dengan perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan<span style="color:#0f243e;"> </span>rumusan itu disempurnakan pada USPN No. 20 tahun 2003 yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban<span> </span>bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk <strong><em><span style="color:#0070c0;">berkembangnya potensi peserta didik.</span></em></strong><span id="more-57"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pada kedua konsep itu terdapat perbedaan mendasar tentang bagaimana pendidikan harus memperlakukan siswa. Pada undang-undang sebelumnya menunjukan konsep penyelenggara pendidikan sebagai pemeran aktif dalam pembinaan siswa, sedangkan USPN No. 20 tahun 2003 menempatkan siswa sebagai subjek yang ditandai dengan rumusan <em><span style="color:#0070c0;">berkembangnya</span></em>. Konsekuensi dari itu kewajiban sekolah ialah memfasilitasi peserta didik mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangkan fisik serta psikologis peserta didik sebagaimana diamanatkan pada pasal 19 PP 19 tahun 2005. Konsep ini secara singkat menegaskan bahwa tugas sekolah adalah menciptakan kondisi yang mendukung penyelenggaraan pendidikan, bimbingan dan latihan berjalan efektif.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Perbedaan kata <span style="color:#0070c0;">mengembangkan dengan berkembangnya</span> secara ideal dapat mengubah watak sistem pelayanan pendidikan yang berbeda jauh. Pergeseran dari pendidikan yang berpusat pada prakarsa pendidik menjadi berpusat pada prakarsa siswa berdampak pada perubahan strategi perencanaan, pelaksanaan, juga pada evaluasinya. Intinya adalah mengembangkan potensi peserta didik.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Potensi peserta didik bergantung pada dua hal utama, yaitu motivasi dan pengetahuan. Pada motivasi Cofer&amp;Apply (1963:7) meliputi dua penting yaitu regulasi dan penentuan arah dari seluruh dorongan yang muncul dalam diri manusia untuk beraktivitas. Menurut <span style="color:black;">Geen R. (1994) sebagaimana terurai dalam Wikipedia meyatakan bahwa motivasi merujuk pada inisiasi, penentu arah, intensitas dan persistensi prilaku manusia. Motivasi meliputi motivasi internal dan eksternal. Jika dorongan itu datang untuk melakukan suatu perbuatan dari dalam dirinya hal itu termasuk dalam motivasi internal, dan jika suatu perbuatan muncul karena dorongan dari luar dirinya, maka hali itu termasuk dalam kategori motivasi eksternal.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tinggi rendahnya derajat manusia ditentukan oleh ilmunya. Kesempurnaanya ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai dan menerapkannya. Pemahamannya ditunjukan kemampuan berpikir yang tercermin dalam berbicara, menulis, tindakan, sikap, dan hasil karya. Mendemonstrasikan kebolehan dalam kegiatan sehari-hari merupakan unjuk kebolehan kontekstual. Kekayaan pengetahuan, pemahaman, keterampilan menjadi pertunjukan yang integratif sebagai potensi diri yang melekat pada penampilan dirinya secara keseluruhan dalam sikap hidupnya. Melekat dalam kemampuannya untuk menentukan mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.</p>
<p><strong>Filosofi Belajar Tuntas</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Belajar tuntas (Mastery Learning) adalah pendekatan pembelajaran berdasar pandangan filosofis bahwa seluruh peserta didik dapat belajar jika mereka mendapat dukungan kondisi yang tepat. Dalam pelaksanaannya peserta didik memulai belajar dari topik yang sama dan pada waktu yang sama pula. Perlakuan awal belajar terhadap siswa juga sama. Siswa yang tidak dapat menguasai seluruh materi pada topik yang dipelajarinya mendapat pelajaran tambahan sehingga mencapai hasil yang sama dengan kelompoknya. Siswa yang telah tuntas mendapat pengayaan sehingga mereka pun memulai mempelajari topik baru bersama-sama dengan kelompoknya dalam kelas. (<span style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><a href="http://en.wikipedia.%20org/wiki/%20Mastery_%20learning">http://en.wikipedia. org/wiki/ Mastery_ learning</a><span style="color:black;">: 2008 )</span></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Konsep dasar yang perlu mendapat perhatian pendidik<span> </span>ialah peta sebaran potensi sebelum siswa mendapat perlakuan belajar. Secara empirik data potensi tersebar normal (John B.Carol, <a href="http://www.humboldt.edu/~tha1/mastery.html:1987">http://www.humboldt.edu/~tha1/ mastery.html:1987</a>. Hal itu mengandung arti bahwa hampir seluruh data berada dalam kurva. Berdasarkan konsep ini maka siswa dikelompokan dalam 3 kelompok yaitu atas, tengah dan bawah. Kelompok atas berarti siswa yang dapat belajar dengan cepat, kelompok tengah siswa rata-rata, dan kelompok bawah adalah siswa yang berkarakter belajar lambat. Seperti dalam distribusi sebaran IQ pengelompokan berdasarkan proporsi antara 26% kelompok atas dan 26% kelompok bawah, dan 68% kelompok tengah pada antara 85 -115. Satu persen dari kelompok atas tergolong siswa yang amat cerdas, dan dua persen dari kelompok bawah siswa yang daya belajarnya sangat lambat (Disso95, <a href="http://www.youtube.com/">http://www.youtube.com</a>)</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Menurut hasil penelitian di beberapa negara termasuk Amerika, jika siwa berada pada kondisi yang tepat, mendapat perlakuan belajar yang sesuai dan mendapat waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas belajar, terlihat bahwa 90% siswa dapat mencapai target belajar secara normal (<span style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Huitt, W. <a href="http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/instruct/mastery.html">http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/instruct/mastery.html</a></span><span style="text-align:justify;text-indent:36pt;">, 1996). Teori ini menegaskan betapa pentingnya sekolah dikondisikan agar dapat memberi perlakuan belajar dan menyediakan waktu belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan analisis teori di atas ditegaskan pula bahwa tingkat kebutuhan perlakuan dan waktu belajar sengat bergantung pada potensi siswa sehingga sekolah yang efektif memberi perlakuan belajar tidak sama untuk seluruh siswa karena harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Terdapat dua faktor utama yang menentukan kecepatan siswa mencapai ketuntasan belajar, pertama adalah kecerdasannya dan kedua motivasinya. Istilah kecerdasan memayungi gambaran makna yang terkandung dalam pikiran yang berhubungan membentuk berbagai kemampuan, kemampuan berargumentasi, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, mengembangkan ide secara utuh dan menyeluruh, serta kemampuan belajar. Kecerdasan juga meliputi kreativitas, kepribadian, karakter, ilmu pengetahuan atau kebijakan (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(trait)">http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(trait)</a>. Motivasi itu dapat diumpamakan sebagai mesin penggerak. Kalau pada sepeda motor besarnya motivasi itu bergantung pada besar CC pada mesin. Kembali pada potensi siswa, maka semakin besar motivasi dan semakin tinggi kecerdasannya maka semakin besar kemungkinannya siswa itu masuk dalam kelompok atas.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Secara empirik sebaran kecerdasan siswa dalam kelas berada pada kelompok rata-rata. Hal yang fenomenal dalam proses pembelajaran, pendidik memperlakukan siswa dengan perlakuan rata-rata. Konsekuensi dari penyikapan ini sesungguhnya yang pelayanan yang guru lakukan lebih banyak memenuhi kebutuhan siswa rata-rata pula. Oleh karena itu siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi selalu lebih cepat menguasai pengetahuan maupun dalam memecahkan masalah. Akibatnya, siswa kelompok atas selalu harus menunggu teman sekelompoknya selesai menyelesaikan pelajarannya. Jika tidak memperoleh perlakuan dalam masa menunggu itu siswa pandai selalu mencari kesibukan lain. Ada kalanya mereka menjadi pengganggu temannya sehingga bisa jadi karena itu dicap sebagai siswa nakal. Sebaliknya siswa yang paling bawah akan selalu menghadapi kendala ketertinggalan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dengan memperhatikan kondisi ini maka dalam pelayanan pendidikan memerlukan pelayanan standar untuk siswa rata-rata, pelayanan pengayaan untuk siswa kelompok atas dan pelayanan perbaikan untuk siswa kelompok bawah. Atas dasar argumentasi inilah maka sistem kredit semester itu diperlukan sebagai solusi agar kecepatan belajar siswa dapat berkembang menurut potensi dirinya. Dengan pelayanan sistem kredit semester (1) seluruh individu dapat belajar sesuai dengan potensinya (2) seluruh individu belajar dengan caranya masing-masing pada tingkat kecepatan yang berbeda (3) dengan pelayanan belajar yang kondusif maka potensi perbedaan karakter tiap individu akan lebih jelas terlihat (4) bias yang tidak terkoreksi akan lebih mudah dipertanggung-jawabkan pada hampir seluruh bentuk kesulitan belajar. (<a href="http://www.perry-lake.k12.oh.us/402_LearnFacil/Index_links/what_is_mastery_learning.htm">http://www.perry-lake.k12.oh.us/402_LearnFacil/Index_links/what_is_mastery_learning.htm</a>)</p>
<p><strong>Sistem Kredit Semester dan TQM</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Selama ini sekolah menyelenggarakan kurikulum dengan pendekatan sistem paket semester. Pada pendekatan ini siswa diperlakukan secara seragam. Memulai program dan menyelesaikan pelajaran pada waktu yang sama. Siswa yang dapat belajar lebih cepat idealnya mendapat pengayaan belajar, namun tidak membuatnya untuk mempercepat penyelesaian pendidikannya. Siswa yang tidak tuntas mendapat remedial, namun sesudah memenuhi batas ketuntasan mereka kembali bergabung pada kelompoknya.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Model pelayanan itu dipandang tidak efektif karena tidak memberikan pelayan optimal terutama terhadap siswa yang memiliki potensi untuk menyelesaikan pelajarannya dengan cepat. Dalam memenuhi harapan untuk memeberikan pelayanan belajar yang dapat memenuhi kebutuhan setiap individu inilah sistem kredit semester diterapkan. Dengan dasar ini pada hakekatnya sistem kredit semester diterapkan untuk memberikan peluang memfasilitasi peserta didik mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 19 PP 19 tahun 2005.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Penerapan SKS merupakan bagian dari penerapkan model manajemen Total Quality Management (TQM). Secara afilosofis model ini fokus pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. TQM telah diadopsi dari sistem lembaga usaha dalam melakukan perubahan. Dari hasil kolaborasi Universitas Washington dengan sekolah negeri di St.Louis munculah konsep <strong>Total Quality Schools (TQS)</strong> yaitu konsep unik tentang strategi meningkatkan efektivitas sekolah (<a href="http://www.crossroad.to/Quotes/TQM.html">http://www.crossroad.to/Quotes/TQM.html</a>) dengan mendayagunakan TQM sebagai konsep maupun perangkat pembaharuan. <span> </span>Tujuanya adalah meningkatkan mutu pelayanan sekolah melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai solusi untuk membantu siswa melalui pengembangan kondisi sekolah sebagai tempat terbaik untuk siswa belajar dan mengembangkan potensinya secara optimal. Sistem kerja sama yang efektif tentu memerlukan perencanaan, pengorganisasian, kendali, pengarah, staf, dan secara keseluruhan membentuk sistem yang visioner.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Beberapa pilar utama dalam pelaksanaan TQS ialah efektifnya kerja sama, semua melayani semua, kepala sekolah, guru, siswa, staf selalu menjaga (1)<span> </span>efisiensi biaya, (2) menerapkan ukuran kualitas produk yang mengacu pada basis kriteria kebutuhan siswa berprestasi (3) menerapkan ukuran dan pembaharuan mutu proses pembelajaran (3) memahami bagaimana pengelolaan input menjadi output dengan selalu berlandaskan kreasi sehingga selalu menghasilkan hasil pekerjaan yang inovatif (4) memahami dengan baik <span> </span>harapan orang tua siswa dan siswa melalui proses kerja sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk mendapatkan mutu output pendidikan terbaik maka sekolah harus membangun kualitas pada tiap pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, mendayagunakan guru dan staf sekolah untuk memecahkan tiap masalah dalam peningkatan mutu, melakukan pembaharuan dalam proses pengelolaan (<a href="http://www.orgdynamics.com/tqci.html">http://www.orgdynamics.com/tqci.html</a>). Sebagai landasan utama dari sistem perubahan ini maka sekolah perlu mengembangkan sumber daya yang lebih cerdas, lebih kompak, dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu seluruh tahap pekerjaan secara terencana dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Penerapan SKS</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Prinsip dasar penerapan SKS adalah bagaimana sistem pelayanan sekolah dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan siswa dalam mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Memberikan pelayanan belajar kepada siswa melalui penciptaan kondisi sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan belajar secara individual sehingga tiap individu menampakan potensinya secara optimal.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dalam pelaksanaannya pelayanan diberikan kepada tiga kelompok siswa yaitu;</p>
<ul>
<li>Pelayanan standar untuk siswa rata-rata.</li>
<li>Pelayanan akselerasi kepada siwa kelompok atas.</li>
<li>Pelayanan remedial kepada siswa kelompok bawah.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pelayanan terhadap siswa rata-rata jika melihat jumlah sebaran secara empirik memerlukan bentuk pelayanan terbesar karena sebagian besar siswa mendapat pelayanan dalam kelompok ini. Oleh karena itu pada kelompok ini sesungguhnya tidak diperlukan sarana yang berbeda jauh daripada sistem penyelenggaraan paket semester. Sistem pengelolaan kelas pun tidak mutlak harus menggunakan sistem <em>moving class. </em>Jumlah ruang kelas dan jam belajar pada pelayanan kelompok rata-rata dapat berjalan seperti dalam penyelenggaraan paket semester sebagaimana sekolah telah melaksanakannya pada saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pelayanan plus dalam SKS diperlukan untuk memberikan pelayanan akselerasi kepada siswa kelompok atas. Kelompok siswa ini semestinya dalam sistem ini diberi peluang untuk melakukan kotrak kredit yang lebih banyak. Jika siswa dapat menyelesikan pelajaran lebih cepat, maka siswa diberi pelayanan untuk melanjutkan pelajaran lebih cepat sehingga dapat menyelesaikan studinya lebih cepat daripada siswa rata-rata. Dalam melaksankan model pelayanan ini sekolah memerlukan kesiapan pada :</p>
<ul>
<li>Tim pendidik yang melayani program percepatan;</li>
<li>Membentuk pembimbing akademik yang akan membantu dan memutuskan siapa-siapa saja yang boleh mengambil kredit pada sejumlah tertentu;</li>
<li>Menyediakan kartu kredit untuk dibawa siswa dalam tiap kegiatan tatap muka;</li>
<li>Menggantikan sistem rapot ke dalam sistem Kartu Hasil Studi (KHS) yang dapat diisi tiap siswa menyelesaikan kreditnya;</li>
<li>Ruangan tempat memberikan pelayanan percepatan kepada siswa;</li>
<li>Tambahan waktu ekstra dalam memberikan pelayanan belajar kepada rombongan kelompok atas dan bawah sehingga bentuk penjadwalan belajar berbeda dari pola sistem paket semester.</li>
<li>Modul yang dilengkapi dengan materi pelajaran, perangkat latihan kerja siswa, latihan kerja mandiri, perangkat evaluasi ulangan, sampai pada perangkat ulangan umum untuk tiap mata pelajaran;</li>
<li>Memberikan peluang belajar kepada siswa yang berakselerasi untuk mengikuti kegiatan tatap muka dengan siswa angkatan di atasnya pada mata pelajaran yang sama (misalnya,siswa dari rombongan belajar kelas 10 bergabung belajar dengan rombongan belajar kelas 11);</li>
<li>Memberikan peluang kepada siswa yang telah menyelesaikan seluruh kreditnya untuk mengikuti ujian akhir.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Substansi pelayanan plus itu pada dasarnya untuk siswa yang memiliki kemampuan belajar cepat dengan kepada siswa yang memiliki kemampuan belajar lambat sama saja. Namun jika kondisi sekolah baik sehingga siswa kolompok lambat dapat dibantu secara optimal, maka prioritas pelayanan yang perlu sekolah sediakan adalah pelayanan percepatan belajar pada kelompok atas.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dengan demikian bagi sekolah yang akan menyelenggarakan SKS terdapat dua alternatif dalam soal pengaturan jadwal dan ruangan. Pertama tidak menambah ruang yang ada, namun menambah waktu belajar yang tadinya pembelajaran hanya dilaksanakan pagi hari harus berubah menjadi sepanjang hari. Kedua, menambah ruangan sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang akseleratif sehingga sekolah tetap dapat memberikan pelayanan pagi, namun sekolah memerlukan ruangan yang lebih banyak.Mengenai mobilisasi belajar dengan sistem movingclass, tampaknya akan menjadi sesuatu yang tidak selalu diperlukan, namun kemungkinan hal itu tidak pada sebagian jadwal tidak terhidarkan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk mempermudah pemahaman tentang sistem penyelengaraan SKS dapat dilihat pada diagram peta pelayanan di bawah ini.</p>
<p><a href="http://gurupembaharu.files.wordpress.com/2008/07/sks-wordpress.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-74" src="http://gurupembaharu.files.wordpress.com/2008/07/sks-wordpress.jpg?w=500&#038;h=235" alt="" width="500" height="235" /></a></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Diagram pelayanan SKS menunjukan bahwa adanya dua kelompok jenis pelayanan. Pelayanan kepada kelompok tengah, program pelayanan siswa kelompok atas dan bawah. Pada pelayanan kelompok tengah pendekatan relatif tidak berbeda banyak dengan sistem pelayanan paket semester, sedangkan pada pelayanan kelompok atas dan bawah lebih fokus pada pelayanan individu. Dalam hal ini peran konsultan akademik sangat penting untuk menentukan banyaknya kredit yang dapat diambil tiap siswa, menilai boleh atau tidaknya siswa mengambil kredit berikutnya dan mengkoordinasikan dengan pengelola administrasi akademik untuk mencatat tiap perkembangan yang dapat siswa capai. Tugas ini menjadi tugas wali kelas sehingga tugas wali kelas dalam pelaksanaan SKS berbeda dengan yang selama ini berjalan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dalam pelaksanaan SKS pengukuran bekal ajar siswa, tingkat pencapaian hasil prestasi sebelumnya, besarnya motivasi untuk menyelesaikan beban pelajaran berikutnya menjadi dasar pertimbangan untuk menentapkan jumlah kredit yang akan diambil berikutnya. Beban belajar diperhitungkan dengan menggunakan jumlah jam pelajaran tiap minggu dan tiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dengan selalu tersedia modul yang dapat siswa gunakan merupakan bagian penting yang perlu sekolah pertimbangkan. Oleh karena itu dari keseluruhan persiapan yang sekolah lakukan sebelum melaksanakan SKS ialah menyiapkan bahan pelajaran untuk siswa sehingga siswa dapat mengembangkan potensi individunya secara optimal.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk pelaksanaan ini sekolah juga perlu menyusun standar prosedur oprasional pelayanan belajar dengan menggunakan SKS. Hal ini penting untuk menjaga proses pelayanan belajar terjaga mutunya. Dalam penerapan sistem ini kerja sama<span> </span>tim guru harus lebih meningkat terutama kerja sama pada kelompok mata pelajaran sejenis untuk mendorong siswa mendapat peluang menyelesaikan studinya lebih cepat dan lebih optimal bagi siswa yang memiliki potensi untuk melakukannya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sistem SKS merupakan strategi melaksanakan sistem pelayanan belajar yang memberikan peluang dan tantangan kepada siswa untuk mengembangkan potensi individunya secara optimal dan mengembangkan motivasi siswa untuk berprestasi dalam penguasaan dan penerapan ilmu serta menyelesaikan studinya dengan waktu yang lebih cepat.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sistem SKS pada prinsipnya merupakan sistem pelayanan yang mengutamakan pemenuhan dan pemuasan siswa yang fokus utama pada kebutuhan tiap individu untuk memanfaatkan potensinya dalam mewujudkan prestasi belajar dengan sistem pelayanan yang lebih menyenangkan dan menantang.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sistem SKS memerlukan dukungan kerja sama yang lebih kuat dalam meningkatkan efektivitas pelayanan. Dalam hal ini sekolah harus fokus pada upaya menjaga dan meningkatkan mutu melalui penerapan model pembaharuan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya sekolah memerlukan penerapan model menajemen Total Quality Management(TQM).</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Model pelayanan siswa dikelompokan menurut sebaran data normal yang menempatkan siswa dalam kelompok atas, tengah dan bawah. Siswa yang memiliki kecepatan belajar tinggi dapat menuntaskan materi lebih cepat dan mendapat peluang untuk melanjutkan belajarnya pada topik berikutnya secara berkelanjutan tanpa harus menunggu teman sekelompok menyelesaikan program belajarnya terlebih dahulu. sekolah memerikan pelayanan pada kelompok tengah dengan program pengayaannya, dan pada kelompok bawah dengan remedialnya. SKS memberikan peluang belajar kepada seluruh siswa. Untuk itu dibutuhkan sarana dan prasaran yang lebih banyak, memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap, dan penggunaan waktu yang lebih banyak pula.</p>
<p><strong>Daftar Bacaan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cofer &amp; Appley (1963). Motivation: Theory and Research, Willey Estern Limited, New Delhi Bangalor, Bombay Kalkuta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Disso95. <span lang="IN"><a href="http://www.youtube.com/">http://www.youtube.com</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">John B.Carol, <span lang="IN"><a href="http://www.humboldt.edu/~tha1/mastery.html:1987"><span style="font-family:Arial;">http://www.humboldt.edu/~tha1/mastery.html:1987</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(trait)">http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(trait)</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.perry-%20lake.k12.oh.us/402_LearnFacil/Index_links/what_is_mastery_learning.htm">http://www.perry- lake.k12.oh.us/402_LearnFacil/Index_links/what_is_mastery_learning.htm</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.crossroad.to/Quotes/TQM.html">http://www.crossroad.to/Quotes/TQM.html</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.orgdynamics.com/tqci.html">http://www.orgdynamics.com/tqci.html</a><span style="color:black;">Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2003</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Undang-undang Sistem Pendidikan Nomor 2 Tahun 1989</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Undang-undang Sistem Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Wikipedia Encyclopedia,<span lang="IN"> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mastery_learning">http://en.wikipedia.org/wiki/Mastery_learning: 2008</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=57&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/17/bagaimana-sks-diselenggarakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gurupembaharu.files.wordpress.com/2008/07/sks-wordpress.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PERENCANAAN PEMBELAJARAN : MEMETAKAN KECERDASAN HIDUP YANG BERMARTABAT</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/12/perencanaan-pembelajaran-memetakan/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/12/perencanaan-pembelajaran-memetakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 01:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lesson Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Rahmat, M.Pd. Kecerdasan, Keimanan, dan Martabat Ada tiga isu strategis dalam pengelolaan sekolah yaitu bagaimana sekolah dapat (1) membentuk watak dan (2) peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka (3) mencerdaskan kehidupan bangsa. Watak seperti apa yang seharusnya menjadi outcomes sehingga melahirkan model kehidupan bangsa yang lebih cerdas? Bagaimana sekolah merealisasikan mimpi sebagai pembentuk watak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=44&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Dr. Rahmat, M.Pd.<br />
<span><br />
</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Kecerdasan, Keimanan, dan Martabat</strong><br />
<span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ada tiga isu strategis dalam pengelolaan sekolah yaitu bagaimana sekolah dapat (1) <strong>membentuk watak</strong> dan (2) <strong>peradaban bangsa yang bermartabat</strong> dalam rangka (3) <strong>mencerdaskan kehidupan bangsa</strong>. Watak seperti apa yang seharusnya menjadi outcomes sehingga melahirkan model kehidupan bangsa yang lebih cerdas? Bagaimana sekolah merealisasikan mimpi sebagai pembentuk watak yang menjadi landasan perkembangan peradaban bangsa?</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Realitas itu mengandung konsekuensi lembaga pendidikan perlu merumuskan strategi dalam menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, <strong>merumuskan visi mengenai watak kecerdasan seperti apa yang menjadi pola hidup yang hendak siswa miliki</strong>. Kedua, <strong>mengembangkan watak kecerdasan yang mengarah pada pola kehidupan ideal</strong>. Ketiga, <strong>melatih pengembangan kompetensi dalam kegiatan sehari-hari yang diyakini akan memberikan kontribusi terhadap pembentukan kecerdasan hidup peserta didik</strong>.</p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Banyak sekolah menetapkan visi keimanan dan ketakwaan dan kecerdasan sebagai konsep ideal. Sekolah, dalam hal ini, mememiliki komitmen dan menetapkan prioritas untuk membina ketakwaan itu sebagai prioritas utama. Kesempurnaan hidup siswa ditandai dengan <strong>karakter ketaatannya untuk melaksanakan perintah Allah</strong>. Karakter utama kedua adalah <strong>cerdas.</strong> Menurut American Heritage Dictionary, <strong>intelligence is  The capacity to acquire and apply knowledge</strong>. Komitmen kedua  adalah <strong>mengembangkan kapasitas menguasai dan menerapkan ilmu</strong>. Dengan bekal dasar kapasitas penguasaan dan trampil mengaplikasikan ilmu siswa juga akan bertambah kuat imannya sekaligus taat dan trampil melaksanakan ibadahnya sehingga derajat hidupnya akan meningkat. Derajat hidup disebut juga dengan martabat. Oleh karena itu, kita menyatakan bahwa <strong>martabat bangsa itu tidak lain adalah meningkatkan kapasitas penguasaan, menerapkan ilmu dan dengan ilmu itu meningkatkan kemaslahatan hidupnya dengan kesempurnaan iman</strong>.</p>
<p><span><br />
</span><br />
<strong> Peta Kecerdasan dan Indikator Pembelajaran</strong><br />
<span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tantangan yang perlu pemecahan lebih lanjut adalah jika kecerdasan itu sebagai kepandaian untuk menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan maka bagaimana dalam pelaksanaannya sekolah dapat mengembangkan hal tersebut secara bertahap dan berkelanjutan. Kemampuan berpikir kritis seperti apa yang harus sekolah kembangkan? Untuk menjawab ini sekolah idealnya memiliki peta konsep dalam pengembangan keterampilan berpikir siswa yang diintegrasikan pada perangkat persiapan pembelajaran guru.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Indikator pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran idealnya merupakan aplikasi dari strategi komprehensip tentang  keterampilan berpikir yang akan dikembangkan dalam enam semester sehingga menjadi gaya hidup yang melekat pada sikap dan keterampilannya dalam menyikapi  tantangan kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Salah satu strategi penting menghadapi tantang mengembangkan kecerdasan adalah memetakan kompetensi berpikir kritis. Berpikir kritis adalah is the intellectually disciplined process of actively and skillfully conceptualizing, applying, analyzing, synthesizing, and/or evaluating information gathered from, or generated by, observation, experience, reflection, reasoning, or communication, as a guide to belief and action. In its exemplary form, it is based on universal intellectual values that transcend subject matter divisions: clarity, accuracy, precision, consistency, relevance, sound evidence, good reasons, depth, breadth, and fairness. (A statement by Michael Scriven &amp; Richard Paul for the National  Council for Excellence in Critical Thinking Instruction, http://www.criticalthinking.org/aboutCT/definingCT.cfm)</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Agar konsep itu dapat guru terapkan dalam mengembangkan RPP, maka langkah awal yang harus sekolah lakukan adalah memetakan terlebih dahulu kemampuan berpikir kritis apa yang harus dikuasai siswa pada tiap semester selama tiga tahun. Model ini dapat mengadopsi model pemetaan yang dilakukan Connecticut untuk studi ilmu sosial, (http://ctsocialstudies.org/) seperti contoh berikut:</p>
<p><span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">K-4 CT Standards<br />
Content Standard 1: Historical Thinking<br />
Students will develop historical thinking skills, including chronological thinking and recognizing change over time; contextualizing, comprehending and analyzing historical literature; researching historical sources; understanding the concept of historical causation; understanding competing narratives and interpretation; and constructing narratives and interpretation.</p>
<ul>
<li> gather historical data from multiple sources</li>
<li> engage in reading challenging primary and secondary historical source materials, some of which is contradictory and requires questioning of validity</li>
<li> describe sources of historical information</li>
<li> identify the main idea in a source of historical information</li>
<li> identify ways different cultures record their histories, compare past and present situations and events, and present findings in appropriate oral, written and visual ways</li>
<li> create timelines which sequence events and peoples, using days, weeks, months, years, decades and centuries</li>
<li> write short narratives and statements of historical ideas and create other appropriate presentations from investigations of source materials</li>
</ul>
<p>Content Standard 2: Local, United States, and World History</p>
<ul>
<li> Students will use historical thinking skills to develop an understanding of the major historical periods, issues and trends in United States history, world history, and Connecticut and local history.</li>
<li> •	demonstrate a familiarity with peoples, events and places from a broad spectrum of human experience through selected study from historical periods and from the various regions (e.g., East Asia, Europe, the Americas, Africa, South Asia, West Asia)</li>
<li> locate the events, peoples and places they have studied in time and place (e.g., on a time line and map) relative to their own location</li>
<li> demonstrate knowledge of major trends in state and local history, including history of original peoples, early settlements and selected changes over the past two centuries</li>
<li> place the history of their own families in the context of local, state, national and world history</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kita mengetahui pengembangan RPP di sekolah-sekolah hingga saat ini belum berlandaskan peta konsep berpikir sebagaimana yang sebaiknya dilakukan. Perumus RPP masih banyak yang memetik indikator itu dari langit pikirannya sehingga peta kompetensi berpikir siswa tidak dapat dideskripsikan dengan baik. Setelah siswa belajar di dalam satu satuan pendidikan yang belum terpetakan akan menyulitkan mengukur standar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=44&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/07/12/perencanaan-pembelajaran-memetakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disiplin Dalam Merencanakan dan Mengaplikasikan Standar Isi dan Proses Pembelajaran</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/23/disiplin-dalam-merencanakan-dan-mengaplikasikan-standar-isi-dan-proses-pembelajaran/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/23/disiplin-dalam-merencanakan-dan-mengaplikasikan-standar-isi-dan-proses-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 01:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[guru profesional]]></category>
		<category><![CDATA[Standar Isi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Disusun Oleh : Dr. Rahmat Materi diskusi pada pelatihan guru dalam menerapkan standar isi dan proses pembelajaran dalam mengimplementasikan KTSP dengan acuan mutu bertaraf internasional Latar Belakang Menerapkan standar isi dan proses pembelajaran sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pendidikan telah menjadi pergerakan nasional dan menjadi bagian dari pembicaraan formal setiap hari. Ironisnya pembaharuan terdepan muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=39&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Tahoma;">Disusun Oleh : Dr. Rahmat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Tahoma;">Materi diskusi pada pelatihan guru dalam menerapkan standar isi dan proses pembelajaran dalam mengimplementasikan KTSP dengan acuan mutu bertaraf internasional</span></strong></p>
<p><span><strong><br />
</strong></span><strong><br />
<strong>Latar Belakang</strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Menerapkan <strong>standar isi dan proses pembelajaran</strong> sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pendidikan telah menjadi pergerakan nasional dan menjadi bagian dari pembicaraan formal setiap hari. Ironisnya pembaharuan terdepan <strong>muncul dalam bentuk peningkatan hardware pada tiap sekolah</strong> sehingga <strong>peningkatan mutu pendidikan telah berdampakpendidikan semakin mahal</strong>. Kelas yang ber-AC dan akses internet telah menjadi penanda kemajuan yang kasat mata dan penggunaan bahasa Inggris meningkat tajam yang disertai dengan meningkatnya motivasi guru untuk meningkatkan kompetensinya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Namun semakin kuat semangat pembaharuan itu, semakin besar kesadaran bahwa target yang diharapkan semakin jauh. Kembali ke jati diri pendidikan, bagaimana kita meningkatkan mutu pembelajaran bertaraf internasional dari standar isi dan proses?</strong></p>
<p><strong><span id="more-39"></span></strong></p>
<p><strong><strong>Apakah itu standar?</strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Standar dalam UUSPN No. 20 tahun 2003 diberi makna kriteria minimal. <strong>Standar berarti batas, patokan, syarat yang harus dicapai dalam proses peningkatan mutu.</strong> Batas-batas itu harus terukur sehingga harus jelas indikatornya. <span> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Menurut Douglas (2002:7) standar itu aturan permainan yang terbuka. Digambarkan seperti pada saat anak-anak bermain congklak, salah satu anak berteriak: Kamu bohong! Dalam aktivitas anak-anak terdapat standar permainan. Standar itu <strong>pasti</strong>, misalnya dalam standar batas nilai minimal membantu siswa mencapai target. Standar itu <strong>ukuran keahlian atau kompetensi</strong>. Standar itu <strong>prestasi yang patut dicontoh</strong>. Standar itu <strong>tantangan</strong>. Standar itu <strong>hasil kesepakatan</strong>. Ditegasnya pula bahwa dari hasil studi mengenai pendidikan baik dilihat dari prespektif teoritis maupun politis, Douglas menyatakan bahwa <strong>standar adalah efektif</strong>.<span> </span>Berkenaan dengan efektivitas menurut <span style="color:black;">Osborne dan Gaebler (1999) selalu mendatangkan hasil yang lebih baik</span>. Abin Syamsudin (1999:20)<span> </span>mendefinisikan bahwa efektif pada dasarnya menunjukan ukuran tingkat kesesuaian antara hasil<span> </span>yang dicapai (<em>achievements, observed outputs</em>) dengan hasil yang ditetapkan terlebih dahulu. Berdasarkan itu, maka <strong>standar adalah kriteria minimal yang harus dicapai yang ditetapkan pada saat menyusun perencanaan.</strong></strong></p>
<p><strong><strong>Bagaimana menerapkan standar?</strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Penerapan standar berarti menerapkan manajemen <strong><em>scientific. </em></strong>Jadi, memerlukan <strong>langkah investigasi</strong> mengenai berbagai fenomena melalui <strong>kegiatan observasi dan analisis empiris</strong> mengenai berbagai peristiwa yang terukur. Memerlukan <strong>pemahaman mengenai tujuan</strong> yang hendak dicapai. Perlu menetapkan <strong>definisi proses pekerjaan</strong>. Perlu mengenali <strong>batas-batas pekerjaan</strong> dengan jelas. Menerapkan standar memerlukan pemahaman teori yang mendasari pekerjaan dan keterampilan, mengaplikasikan teori dalam pekerjaan sehari-hari. Berkaitan dengan aplikasi teori berarti pengelola perlu memahami prilaku yang diukur. <strong>Penerapan standar memerlukan penguasaan menjabarkan definisi konsep ke dalam definisi oprasional</strong> (<span><span class="MsoHyperlink">http://www.wikipedia. org/ wiki/ oprasional</span></span>).<span> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Penerapan standar berdasarkan definisi dan prosedur di atas meliputi pentahapan 10 langkah berikut:</strong></p>
<ol>
<li><strong>Memilih teori yang mendasari pekerjaan</strong></li>
<li><strong>Memahami bagaimana menerapkan teori pada pelaksanaan pekerjaan</strong></li>
<li><strong>Mendefinisikan pekerjaan</strong></li>
<li><strong>Menentukan tujuan pekerjaan dengan jelas</strong></li>
<li><strong>Menjabarkan definisi konsep ke dalam definisi oprasional</strong></li>
<li><strong>Menentukan indikator atau prilaku yang menjadi ukuran</strong></li>
<li><strong>Menentukan ukuran, batas, patokan, kriteria, syarat minimal atau batas ketercapaian tujuan</strong></li>
<li><strong>Melaksanakan observasi dan analisis atau menghimpun data ketercapaian tujuan.</strong></li>
<li><strong>Mengolah data ketercapaian.</strong></li>
<li><strong>Menetapkan batas pencapaian terhadap tujuan yang diharapkan.</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Uraian di atas menegaskan <strong>pentingnya data, mencatat data, mengolah data, dan menafsirkan data</strong> yang terkait pada pemenuhan batas yang ditetapkan. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Menerapkan Standar <span> </span>Isi dan Standar Proses </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Penetapan standar terkait pada tiga masalah utama yang melekat pada sistem pengelolaan pendidikan. Permasalah itu sebagaimana dirumuskan Fitzgibbons, pertama, <strong>manusia seperti apa yang ingin dikembangkan</strong> melalui proses pendidikan? Kedua, <strong>apa yang harus diberikan?</strong> Ketiga, <strong>bagaimana memberikannya?</strong> (Supandi 1988: 16). </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Tujuan adalah menentukan seluruh proses kegiatan. Kejelasan kompetensi lulusan merupakan syarat mutlak. Secara oprasional pencapaian tujuan harus terdeskripsikan dan terukur dalam perbuatan siswa dalam kelas dan hasil pekerjaan mereka yang dipamerkan. Hubungan antara deskriptor kinerja siswa dengan tujuan tergambar dalam diagram standar belajar Illinois (1997) seperti berikut: </strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><strong><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="226" height="226" /><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Definitions </span></strong><strong></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">performance standards</span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">: </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">the knowledge and skills that students are to perform at various stages of educational development (<em>performance descriptors</em>) and the performance expectations (<em>performance levels and assessment tasks) </em>for student work <em>(performance exemplars) </em>at each of the stages. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">performance descriptors</span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">: </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">statements of how students can demonstrate the knowledge and skills they acquired.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><sup><span style="font-size:10pt;line-height:150%;position:relative;top:-5pt;font-family:Tahoma;color:black;"><span> </span></span></sup></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">performance levels</span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">: </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">descriptions of how well students have achieved the standards; that is, the range, frequency, facility, depth, creativity, and/or quality of the knowledge and skills they acquired. Students can demonstrate levels of achieving performance standards along six dimensions: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;"><strong> </strong></span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:5.35pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:19.85pt;">
<td style="border:medium none;width:70.95pt;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="95" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt -5.35pt;" align="left"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">PERFORMANCE </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt -5.35pt;" align="left"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">LEVEL = </span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="76" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">RANGE   <span> </span>+ </span></strong><strong></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="85" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">FREQUENCY +</span></strong><strong></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="85" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">FACILITY<span> </span><span> </span>+ </span></strong><strong></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="76" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">DEPTH   <span> </span>+ </span></strong><strong></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="85" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">CREATIVITY + </span></strong><strong></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:49.6pt;height:19.85pt;padding:0 5.4pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">QUALITY </span></strong><strong></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:10.6pt;">
<td style="border:medium none;width:70.95pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="95">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Exceeding </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">extensively </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">consistently </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">automatically </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">profoundly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">inventively </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:49.6pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="66">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">excellently </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:10.6pt;">
<td style="border:medium none;width:70.95pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="95">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Meeting </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">fully </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">usually </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">quickly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">deeply </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">imaginatively </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:49.6pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="66">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">well </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:10.6pt;">
<td style="border:medium none;width:70.95pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="95">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Approaching </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">partially </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">occasionally </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">haltingly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">cursorily </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">commonly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:49.6pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="66">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">marginally </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:10.6pt;">
<td style="border:medium none;width:70.95pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="95">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Starting </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">narrowly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">rarely </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">slowly </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:2cm;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="76">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">superficially </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:63.8pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">imitatively </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:49.6pt;height:10.6pt;padding:0 5.4pt;" width="66">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">poorly </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Deskripsi kinerja belajar seperti di atas pasti membuat guru tidak bisa mencukupkan materi belajar dengan hanya mengandalkan sebuah buku teks dengan metode ceramah. Memerlukan lebih dari itu untuk memenuhi harapan yang lebih tinggi. Siswa harus mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya dan perkebangannya terdata.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span><strong>Dalam membangun<span> </span>kinerja <span> </span>seperti itu, guru menyadari pentingnya mengukur dirinya sendiri<span> </span>dalam memenuhi standar penguasaan konsep, metode penelitian, disiplin sistem serta dalam mengkreasikan pengalaman belajar siswa. Evaluasi diri dapat menggunakan standar pemenuhan kompetensi guru seperti yang dirumuskan Departemen Pendidikan Illinois (2001) sebagai berikut: </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Knowledge Indicators: </span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">The competent teacher </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 21.3pt;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Understands major concepts, assumptions, debates, principles, and theories that are central to the discipline. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Understands the processes of inquiry central to the discipline. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 21.3pt;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Understands how students&#8217; conceptual frameworks and their misconceptions for an area of knowledge can influence their learning. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 21.3pt;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Understands the relationship of knowledge within the discipline to other content areas and to life and career applications. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 21.3pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;color:black;"><strong>Guru memahami <strong>konsep, asumsi, perdebatan, prinsip disiplin teori</strong> yang menjadi dasar dalam perencanaan belajar dan mendisain pembelajaran. Memperhatikan kepentingan siswa, masyarakat dan tujuan kurikulum. </strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Dengan begitu materi belajar akan menjadi bermakna bagi seluruh siswa<span style="color:black;">. (Illinois Teaching Standard, 2001). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP pada dasarnya merupakan prosedur untuk meningkatkan standar kompetensi siswa dalam menguasai materi belajar. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;color:black;"><strong>Untuk memahami lebih jauh tentang standar proses, dalam kesempatan ini perhatikan kompetensi dasar pada mata pelajaran Biologi SMA berikut ini: <span> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;text-indent:0.45pt;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#0000cc;">Menjelaskan keterkaitan struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin, dan pengindaraan).</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;text-indent:0.45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#0000cc;"><span><strong> </strong></span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Dalam perencanaan pembelajaran seorang guru menuliskan kegiatan inti pembelaran pada materi di atas sebagai berikut: </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Prasyarat       pengetahuan :</strong></span></li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Siswa telah mengetahui bagian-bagian tumbuh manusia</strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Apresepsi :</strong></span></li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Siswa memperhatikan gambar tubuh manusia.</strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Motivasi :</strong></span></li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt 106.35pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Siswa memperhatikan gambar susunan syaraf</strong></span><strong><strong></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Guru mengkondisikan siswa untuk berkelompok</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Guru memberi tiap kelompok sejumlah pertanyaan yang berbeda, kemudian siswa diminta membaca buku di perpustakaan.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Guru membimbing dan mengarahkan kerja siswa Tiap kelompok mengerjakan lembar analisis hasil studi kepustakaan dengan berdiskusi</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok siswa disuruh mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelompok lain di dalam kelas.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Kelompok terbaik diberi reward</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span><strong>Ø<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Guru mengumpulkan hasil kerja siswa untuk dinilai</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 42.55pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Sebagai pembanding kita mencoba melihat bagaimana Brian Miller dari Universitas Pittsburgh di Johnstown mengembangkan RPP sebagaimana terurai di bawah ini: </strong></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Tujuan</span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"> </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">(</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"> Sasaran Umum</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">)</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"> : Murid akan mampu untuk …</span></strong></p>
<p style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Memahami organisasi umum dari sistem saraf manusia</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Tujuan</span></strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span><span style="font-family:Tahoma;">(</span><span style="font-family:Tahoma;">Sasaran khusus</span><span style="font-family:Tahoma;">)</span><span style="font-family:Tahoma;"> : Murid akan mampu untuk …</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Mendata dua bagian      dari sistem saraf pusat dan fungsi dasar mereka</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Mendiskusikan      fungsi dari empat bagian utama (cerebrum, cerebellum, cabang otak, dan      hipotalamus) dari otak</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Mendeskripsikan      peran sistem saraf perifer dalam tubuh manusia</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Membedakan antara      neuron sensori dan neuron motorik </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Menjelaskan      bagaimana neuron mengirimkan impuls dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh      lainnya</strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Bahan </strong></span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Overhead proyektor</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Berbagai      transparansi (pembagian sistem saraf, otak, bagan organisator dari sistem saraf      perifer, neuron) </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Laboratorium      komputer dengan satu buah komputer untuk setiap murid (dapat disesuaikan      jika murid harus bekerja dalam kelompok pada setiap komputer atau jika      guru memiliki komputer dengan kemampuan layar proyeksi yang lebar)</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Buku teks : Biology: Visualizing Life (Biologi      : Gambaran kehidupan) diterbitkan oleh Holt, Rinehart, dan Winston, Inc,      New York.</strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Prosedur :</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Kegiatan 1 (3-5 menit)</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Pembukaan Untuk Menarik Perhatian : </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>I. Guru akan menciptakan keributan yang keras, tanpa sebuah peringatan, menyebabkan murid memperlihatkan refleks</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>II. Tanyakanlah pada para murid :</strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Apa reaksi yang      kamu lakukan? (mata berkedip, meloncat dari tempat duduk, merasa jantung      hampir copot, dll)</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Apakah kamu      mengetahui sebutan untuk reaksi yang tidak disengaja ini? </strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>(refleks)</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Apa yang ada dalam      tubuh kamu yang menyebabkan terjadinya refleks? (saraf atau impuls saraf,      sistem saraf)</strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>III. Transisi ke pengajaran : ”Refleks adalah salah satu fitur (keistimewaan) dari sistem saraf pada manusia. Kita akan memulai pelajaran mengenai sistem saraf dengan mengamati organisasinya secara keseluruhan.”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Kegiatan 2</span></strong><span style="font-family:Tahoma;"> <strong>(8-10 menit)</strong></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Pengajaran singkat :</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>I. Organisasi dari sistem saraf pada manusia</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>A. Sistem Saraf Pusat (SSP)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Otak dan Saraf Sumsum Tulang Belakang</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:50.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>1.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Pusat kendali tubuh </strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>a.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Mengatur informasi yang masuk dari organ sensor dan reseptor</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>b.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Menghasilkan keluaran perintah ke berbagai organ tubuh</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:50.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>2.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>M</strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>enghubungkan keseluruhan tubuh dengan saraf sehingga membentuk &#8230;..</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>B. Sistem Saraf Perifer </strong></span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:50.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>1.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Gabungan antara neuron sensori dan neuron motor</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span><strong>a. bertindak sebagai jaringan komunikasi yang bebas </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span><strong>b. masing-masing menerima dari bagian tubuh yang berbeda</strong></span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:50.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>2.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Membawa impuls saraf yang dikirim antara SSP dan bagian tubuh lainnya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">II. Sistem Saraf Pusat </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>A. Otak dan Empat Bagian Utamanya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>1. Cerebrum (Otak Besar)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>a. berkerut-kerut dilapisan terluarnya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>b. menangani fungsi-fungsi yang rumit dari otak (memproses gambar-gambar secara visual dan merencanakan sesuatu) <span> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>2. </strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Cerebellum (Otak Kecil), penting untuk mengkoordinasikan gerakan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>3. Brain stem (batang otak) yang mengontrol proses penting kehidupan yang dikendalikan secara tidak sadar (bernapas, mencerna, denyut jantung, dll)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>4. </strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Hipotalamus</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>a. Pusat tubuh untuk emosi dan insting, seperti kesukaan, rasa sakit, lapar dan haus</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>b. Mempertahankan keseimbangan suhu dan cairan dalam tubuh</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>B. Saraf Sumsum Tulang Belakang dari jaringan saraf yang merupakan perluasan dari cabang otak bagian bawah ke belakang. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>1. Impuls saraf dari tubuh dan otak baik secara mengarah ke atas maupun ke bawah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>2. Komponen penting dalam terjadinya refleks</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>3. Dikelilingi dan dilindungi oleh tulang punggung</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">III. Sistem saraf Perifer </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>A. Neuron sensori </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>1. Membawa impuls saraf dari organ perasa ke reseptor di Sistem Saraf Pusat (SSP)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>2. Juga ditunjukkan sebagai neuron afferent</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>B. Neuron motorik</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>1. Membawa impuls saraf dari SSP ke otot &amp; kelenjar</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>2. Juga ditunjuk sebagai neuron efferent</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Peralihan ke Kegiatan 3</span></strong><span style="font-family:Tahoma;"> : “Terdapat berbagai macam penerima (reseptor) sensor dalam tubuh kita. Sebagai contoh, mata kita, yang dianggap sebagai organ indera, memuat reseptor yang disebut batang dan kerucut (rods and cones). Saya ingin kita berpikir selama beberapa saat mengenai lokasi dari berbagai reseptor yang terletak di seluruh tubuh kita.”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Kegiatan 3 (8-10 menit)</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Kegiatan Belajar Kooperatif (Bersama)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>I. Murid akan berpasangan dalam kelompok yang terdiri dari 3 orang</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:49.65pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>a.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Satu orang anggota kelompok akan menjadi pencatat/notulen (menulis pikiran dan ide dalam kertas/laporan)</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:49.65pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>b.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Satu orang anggota kelompok akan menjadi juru bicara kelompok dalam diskusi kelas</strong></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:49.65pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong>c.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Satu orang anggota kelompok akan menjadi ”manajer” (memastikan semuanya berjalan lancar)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>II. Masing-masing kelompok akan diperintahkan untuk &#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>A. Daftarkan 3 atau 4 lokasi dimana reseptor sensor dapat ditemukan pada dan di dalam tubuh kita (coba untuk berpikir setidaknya satu yang tidak terkait dengan organ indera). Jawaban yang memungkinkan : pada kulit kita &#8211; saat ada perubahan suhu; semua jaringan dan organ (terkecuali otak) &#8211; saat kesakitan; pada otot kita &#8211; saat ada tekanan dan kontraksi/relaksasi otot; perasa pada lidah; reseptor (neuron penciuman) pada hidung; reseptor di dalam telinga.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>B. Jika neuron sensor membawa impuls saraf dari reseptor sensor ke sistem saraf pusat, pikirkan olehmu apa yang dilakukan oleh neuron motor? Jawaban : membawa informasi dari sistem saraf pusat ke otot, kelenjar, dan/atau organ perasa yang terkait sehingga dapat menanggapi impuls yang dikirim oleh neuron sensori.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>III. Diskusi kelas mengenai jawaban para murid</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Peralihan ke Kegiatan 4: “Jadi pada dasarnya, reseptor sensor memberi reaksi pada perubahan di dalam dan di luar tubuh kita. Secara internal mereka mendeteksi hal-hal seperti perubahan tekanan, rasa sakit, keseleo pada otot; secara eksternal mereka mendeteksi perubahan cahaya, suara, dan suhu.”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Kegiatan 4 (15-20 menit)</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Ringkasan/Kesimpulan </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>I. Neuron Sensori dan Motor: Pasangan dalam Mentransmisikan Impuls Saraf (tinjauan singkat)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>A. Sensori – membawa impuls dari reseptor sensor ke SSP</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>B. Motor – membawa informasi kembali dari reseptor sensor sehingga otot, kelenjar, dan organ terkait dapat beraksi sewajarnya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>C. Saraf sumsum tulang belakang – saraf sensor masuk ke arah dalam dan saraf motor ke arah luar</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Dari model RPP itu tercermin kompetensi apa yang perlu guru kuasai dan kompetensi siswa seperti apa yang diharapkan. Dalam model di atas yang dapat kita amati adalah bagaimana guru mengurai materi dengan lengkap sehingga RPP dapat menjadi acuan siapa pun. Prilaku guru yang dapat diamati di antaranya dalam:</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>1.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Penguasaan materi belajar dilihat dari uraian materi yang rinci dan jelas.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>2.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Penguasaan pada perancangan disain kegiatan belajar. </strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>3.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Penguasaan teknologi.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>4.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Penguasaan sumber belajar untuk siswa. <span> </span></strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>5.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Menentukan keluasan dan kedalaman dalam menguraikan materi belajar.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>6.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Memilih metode<span> </span>mengajar yang sejalan dengan tingkat perkembangan teknologi.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>7.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Sumber belajar yang digunakan guru serta yang disajikan sebagai sumber belajar siswa.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;margin-left:82.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong>8.<span> </span></strong></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Kecerdasan yang guru kembangkan.</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Dengan dengan membandingkan dua model rencana pembelajaran di atas, maka kita dapat menyatakan bahwa model kedua lebih efektif sehingga dapat memenuhi harapan meningkatnya kebebasan berpikir siswa sebagaimana yang ditetapkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang aktivitas intelektual berupa kegiatan berpikir, berargumentasi, mempertanyakan dan mengkaji siswa terpenuhi. </strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Persoalan ketiga adalah bagaimana menyusun RPP sepanjang itu, sekali pun model yang kedua lebih memungkinkan membangun proses interaksi guru dengan siswa serta siswa dengan siswa lebih efektif. Model RPP atau lesson plan yang kedua memungkinkan mendorong terwujudnya indikator-indikator keberhasilan guru dalam membimbing dan memfasilitasi siswa seperti di bawah ini: </strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Focus and support inquiries while interacting with students. </span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Orchestrate discourse among students about scientific ideas. </span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Challenge students to accept and share responsibility for their own learning. </span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Recognize and respond to student diversity and encourage all students to participate fully in science learning. </span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Encourage and model the skills of scientific inquiry, as well as the curiosity, openness to new ideas and data, and skepticism that characterize science.(Illinois, 2001)</span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 1cm;"><strong><em><span style="font-family:Tahoma;"> </span></em></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Sebagai penguatan atas konsep di atas, salah satu model yang <span> </span>dapat diterapkan untuk meningkat standar proses pembelajaran adalah model siklus belajar yang meliputi empat langkah seperti di bawah ini.<em></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"> </span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">The </span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Learning Cycle: A Model of Learning<span style="color:#317740;"> (</span></span></strong><span style="font-family:Tahoma;"><span><span class="MsoHyperlink"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">http://agpa.uakron. edu/k12/best_practices/</span></strong></span></span></span><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;"> learning_cycle.html)</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;">Engage<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Its purpose is to initiate the learning task by making connections between past and present learning experiences and mentally engaging students in the concept process or skills to be explored.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;">Explore<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">The purpose is to provide a common base of experience within which students identify and develop current concepts, processes or skills. Students use active learning to manipulate materials or explore the environment.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;">Explain<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">The purpose is to provide opportunities for learners to develop explanations of concepts that they have been exploring. Students use active learning to manipulate material or explore the environment.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;">Elaborate<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">Students develop deeper and broader conceptual understanding and practice applying newly acquired skills and behavior.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:#317740;">Evaluate<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;">This is the time to assess the students’ understanding and abilities and provide teachers with a tool for evaluation. Students are provided with opportunities for self-assessment throughout the Learning Cycle. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:7pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><strong><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" alt="http://www.americanchemistry.com/hops2/images/learning_cycle2.gif" width="318" height="297" /><!--[endif]--></strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Yang menjadi fokus perhatian di sini adalah <strong>bagaimana belajar berkelanjutan terjadi dengan dukungan interaksi guru dengan siswa, interaksi atau kerja sama antar siswa, tantangan dan tanggung jawab siswa dalam mengembangkan daya belajar mandiri berlangsung efektif</strong>. Guru <span> </span>memahami keragaman siswa dalam berpartisipasi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah keterampilan scientific, kecerdikan, keterbukaan ide, serta sikap skeptis sebagai peneliti. Dan, yang lebih penting dari itu guru menjadi pembelajar yang lebih cepat, lebih aktif dan lebih<span> </span>banyak daripada siswanya sendiri.</strong></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Kesimpulan </span></strong></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><span><strong> </strong></span><strong>Menerapkan standar isi dan proses pembelajaran secara oprasional sangat bergantung pada tinggi rendahnya tujuan yang hendak dicapai,<span> </span>kompetensi guru memahami teori belajar dan konsep materi yang akan guru ajarkan, kompetensi guru dalam merancang pengalaman belajar siswa, teknologi pendukung, dan rujukan mutu yang digunakan sebagai pembanding.<span> </span><span> </span>Tinggi rendahnya standar yang guru tetapkan<span> </span>sebanding dengan aktivitas guru dalam kegiatan yang nyata dilakukannya sehari-hari mengenai</strong></span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Banyak membaca buku, jurnal, atau sumber bacaan siswa. </strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Lamanya guru pada tiap hari menggunakan komputer.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Prekuensi guru menggunakan internet untuk memperoleh informasi.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Banyaknya mitra dialog dalam berkomunikasi melalui internet.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Banyaknya negara yang menjadi mitra komunikasi.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Banyaknya hal baru yang dikembangkannya dalam perencanaan belajar.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Terbaharukannya teori yang menjadi dasar melakukan pekerjaan.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Banyaknya metode yang dikusai dalam menyampaikan pelajaran dalam kelas.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Perangkat teknologi yang digunakannya dalam pembelajaran.</strong></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>Memiliki dan terpenuhinya kriteria atau <span> </span>standar produk belajar siswa yang <span> </span>kompetitif sehingga mendapat penghargaan masyarakat lokal, nasional atau internasional. </strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Dan banyak indikator lain yang menunjukan bahwa guru adalah pembelajar. Indikator-indikator itu mendeskripsikan bahwa sebelum menetapkan indikator isi maupun proses pembelajaran, mengandung syarat untuk menetapkan standar pengelolanya terlebih dahulu, kepala sekolahnya, gurunya <span> </span>harus jujur untuk menerapkan standar pada dirinya sendiri dengan penuh disiplin, jujur, terbuka, dan konsisten.</strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">Sumber Bacaan</span></strong><span style="font-family:Tahoma;">: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Abin Samsudin Makmun, (1999). <em>Analisis Pembangunan Pendidikan</em>. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Biro Perencanaan Sekretariat Jendral. Jakarta</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Douglas B. Reeves, (2002) <em>The Leader’s Guide to Standards: Blueprint for Educational Equity and Excellence</em>, Jossey-Bass, Wiley Imprint.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"><strong>http://www.americanchemistry.com/hops2/introduction/default.asp</strong></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><a href="http://www.eduref.org/Virtual/Lessons/Science/Anatomy/ANA0200.html"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;color:#000000;">http://www.eduref.org/Virtual/Lessons/Science/Anatomy/ANA0200.html</span></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><a href="http://www.isbe.net/profprep/PDFs/ipts.pdf"><span style="color:#000000;">http://www.isbe.net/profprep/PDFs/ipts.pdf</span></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_management"><span style="color:#000000;">http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_management</span></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Markham, K. (1993). <em>Standards for Student Performance</em>. [Online]. Tersedia : <a href="http://eric.uoregon/"><span style="color:#000000;">http://eric.uoregon</span></a>. edu/publications/digests/digest081.html [3 Mei 2006].</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Osborne,<span> </span>&amp; Plastrik, P. (2001). <em>Memangkas Birokrasi : Lima Strategi Menuju Pemerintahan Wirausaha</em>. Penerjemah Abdul Rosid &amp; Ramelan. Jakarta : Penerbit PPM. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:30pt;text-align:justify;text-indent:-30pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Supandi dan Sanusi. A. (1988). <em>Kebijaksanaan dan Keputusan Pendidikan</em>. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=39&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/23/disiplin-dalam-merencanakan-dan-mengaplikasikan-standar-isi-dan-proses-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://www.americanchemistry.com/hops2/images/learning_cycle2.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sel (Rencana Pembelajaran Biologi SMA)</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/04/sel-rencana-pembelajaran-biologi-sma/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/04/sel-rencana-pembelajaran-biologi-sma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 08:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lesson Plan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini saya tampilkan contoh rencana pembelajaran berbahasa inggris yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia. saya juga menyertakan versi aslinya. semoga bisa dijadikan bahan acuan. Versi bahasa indonesia Alamat : http://www.scienceteacherprogram.org/biology/MJoseph00.html Tanggal akses : 9 Mei 2008 Pengalih bahasa : Reta Margareta Program Penelitian Musim Panas Untuk Guru Pengetahuan Alam Martine N. Joseph George Wingate [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=35&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini saya tampilkan contoh rencana pembelajaran berbahasa inggris yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia. saya juga menyertakan versi aslinya. semoga bisa dijadikan bahan acuan.<span id="more-35"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Versi bahasa indonesia</strong><br />
<span><br />
<span style="font-size:xx-small;">Alamat : <a href="http://www.scienceteacherprogram.org/biology/MJoseph00.html">http://www.scienceteacherprogram.org/biology/MJoseph00.html</a><br />
Tanggal akses : 9 Mei 2008<br />
Pengalih bahasa : Reta Margareta<br />
</span><br />
<strong>Program Penelitian Musim Panas Untuk Guru Pengetahuan Alam<br />
Martine N. Joseph<br />
George Wingate High School, Brooklyn<br />
2000</strong><br />
</span></p>
<h4><strong> Menunjukkan Pemahaman Organ Sel</strong></h4>
<p class="MsoNormal">
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">Mata Pelajaran <span> </span>: Biologi</p>
<p class="MsoNormal">Kelas <span> </span>: 9-11</p>
<p class="MsoNormal">Alokasi waktu <span> </span>: periode 4 X 45 menit</p>
<p class="MsoNormal">
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">Rencana pengajaran ini diciptakan agar dapat mencapai beberapa sasaran pembelajaran sesuai dengan Standar Ilmu Pengetahuan Terbaru dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai konsekuensinya, siswa akan dihadapkan pada struktur dan fungsi sel melalui penggunaan laboratorium, aktivitas internet, dan pembelajaran yang kooperatif. <span lang="SV">Siswa akan menunjukkan pemahaman mereka mengenai organ sel dengan menciptakan sebuah model khusus tanaman atau hewan. Siswa akan mampu menghubungkan kegagalan pemakaian (disfungsi) beberapa organ dengan masalah kesehatan seperti <span style="text-decoration:underline;">Keracunan Mitokondria.</span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="FI">Aktivitas Pembelajaran Kooperatif</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Tujuan : Siswa mampu untuk :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Membedakan</span></strong><span lang="SV"> persamaan dan perbedaan di antara sel      prokariot dan sel eukariot</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Menunjukkan</span></strong><span lang="SV"> pemahaman mereka mengenai struktur dan      fungsi dari organ sel</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mempelajari keahlian diri      (interpersonal)</span></strong><span lang="SV"> dalam <strong>mengungkapkan</strong>, <strong>membandingkan</strong> dan <strong>mendiskusikan</strong> ide dengan siswa      lainnya</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mengamati</span></strong><span lang="SV"> sebuah model 3 dimensi mengenai hewan dan      tumbuhan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Bahan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Film mengenai fungsi dan struktur sel</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Perlengkapan VCR dan TV</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pulpen, pensil dan buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Lembar kegiatan </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Prosedur</strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Bagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing 4 orang</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span lang="SV">Instruksikan siswa untuk melihat video, mencatat<span> </span>dan menggambar setidaknya lima organ</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Berikan waktu selama 15 menit bagi setiap kelompok untuk mendiskusikan dan membandingkan catatan mereka</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Berikan lembar kegiatan dan beritahukan pada kelompok bahwa setiap anggota kelompok harus berkontribusi dalam mengisi jawaban.</span></li>
</ol>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Lembar Kegiatan Pembelajaran Kooperatif</strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:6pt;text-align:justify;"><span style="color:red;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><em>Tulis jawaban dari pertanyaan di bawah ini seperti yang telah didiskusikan oleh semua anggota kelompok</em></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span lang="SV">1. Apakah yang dimaksud dengan sel? </span><span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/6e.html#ls"><span style="color:red;">9-12 Content Standard C</span></a><span style="color:red;">- The cell]</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">2. Bagaimana sebuah sel terinfeksi jika mitokondria rusak atau tidak berfungsi? </span>____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> 3. Mengapa membran sel harus bersifat selektif dalam permeabilitasnya?</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span lang="SV">4. Berikan sebuah penjelasan mengapa sebuah sel pada akhirnya mati ketika lisosomnya putus. ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span lang="SV">5. Dalam sebuah kelompok , urutkanlah 5 organel berdasarkan tingkat kepentingannya dan berikan alasan mengapa masing-masing organel ditempatkan pada tingkat tertentu dalam kotak. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:7.5pt;">1</span><span style="font-size:8pt;">______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="313" height="88" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">2______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" border="0" alt="" width="313" height="91" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">3_______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">4______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">5______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Kegiatan Laboratorium</strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">Ringkasan : Sebuah sel adalah unit terkecil yang mempunyai proses kehidupan seperti yang dibicarakan dalam pelajaran sebelumnya. <span lang="SV">Walaupun semua sel mempunyai karakteristik secara umum, sel bervariasi dalam ukuran, bentuk, dan struktur. Dalam kegiatan ini, kita akan mempergunakan mikroskop dan teknik ilmiah lainnya untuk menyelidiki dan memeriksa keanekaragaman sel tumbuhan serta hewan. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Tujuan : Siswa akan mampu untuk </span></strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Menguji struktur sel pada tumbuhan dan hewan</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara sel tumbuhan dan hewan</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Mengaplikasikan pengetahuan mengenai metoda ilmiah dan kebutuhan (<span style="text-decoration:underline;">enquiry</span>) ilmiah</span></li>
<li><!--[if !supportLists]-->Menunjukkan keahlian dalam mempersiapkan sel (wet mount and staining)</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Menganalisis data dan mengaplikasikan keahlian berpikir dalam sebuah laporan laboratorium</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><strong>Bahan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pipet, sarung tangan, jepitan, kaca mikroskop, mikroskop, Elodea, tusuk gigi, darah domba, bawang, buku laboratorium,Larutan yodium, pisau bedah, reagen zat warna darah.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Prosedur</strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span lang="SV">Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada pelajaran sebelumnya</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Perintahkan kepada siswa untuk membagi buku laboratorium mereka menjadi 2 bagian</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Sebagai pekerjaan rumah, mereka harus menulis kembali prosedur kegiatan di bagian kiri dari buku laboratorium mereka</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Ingatkan para siswa bahwa bagian sebelah kanan dari buku laboratorium akan dipergunakan untuk hasil pengamatan atau pertanyaan</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span lang="SV">Jelaskan pada para siswa mengenai komponen dari laporan laboratorium (praktikum) mereka dan diskusikan apa saja yang mereka perlukan</span></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV">Analisa dan Kesimpulan dari Kegiatan Laboratorium</span></strong></p>
<ol>
<li><span lang="SV">Bagaimana sebenarnya struktur dari sel pipi (cheek) jika dibandingkan dengan struktur sel epitel dari bawang?</span></li>
<li><span lang="SV">Deskripsikan mengenai karakteristik fisik dan fungsi dari sel darah merah</span></li>
<li><span lang="SV">Bagaimana caranya zat warna merubah penampakan dari sebuah sel?</span></li>
<li><span lang="SV">Deskripsikan mengenai bentuk dan lokasi dari kloroplas pada daun <span style="text-decoration:underline;">elodea</span></span></li>
<li><span lang="SV">Pada sel apa kamu melihat pergerakan dari sitoplasma?</span></li>
<li><span lang="SV">Gambar dan berikan tanda pada struktur sel tanaman dan sel hewan secara umum. Di bawah masing-masing gambar berikan model matematika untuk menentukan perbesaran total dari setiap sel.</span></li>
<li><span lang="SV">Fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. </span>Kemudian ditemukan bahwa sel darah merah tidak memiliki mitokondria dan mendapatkan energi dari respirasi secara anaerob. <span lang="SV">Jelaskan mengapa mengapa ketidakhadiran organel ini merupakan keuntungan bagi jaringan dan tubuh secara keseluruhan.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Seorang detektif, dipanggil ke sebuah tempat perkara kejahatan, mengumpulkan contoh jaringan yang ditemukan di sekitarnya. Bagaimana forensik polisi dapat menentukan apakah jaringan tersebut berasal dari tanaman atau hewan? Lebih jauh, detektif memiliki dua tersangka tetapi hanya salah satu yang melakukan kejahatan. Dengan jaringan asing yang ditemukan dibawah kuku korban, teknik bioteknologi apa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pembunuhnya?</span></li>
</ol>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV">Kegiatan Internet</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="FI">Tujuan : Siswa akan mampu untuk :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<ol>
<li><span lang="SV">Mengamati sebuah sel tanaman dan hewan secara tiga dimensi</span></li>
<li>Menguji pemahaman mereka mengenai struktur dan fungsi dari organel</li>
<li>Menghubungkan antara kegagalan fungsi organel dengan masalah kesehatan seperti Keracunan Mitokondria (Mitokondria Toxicity)</li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Prosedur</strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]-->Setiap siswa akan mengunduh (mendownload) contoh sel tanaman dan hewan pada <span lang="SV"><a href="http://www.cellsalive.com/cells/3cells"><span lang="EN-US">http://www.cellsalive.com/cells/3cells</span></a></span></li>
<li><!--[if !supportLists]-->Siswa akan menggambar dan menandai sel tanaman dan hewan serta menjawab pertanyaan pilihan berganda pada website di atas dalam waktu 20 menit.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Siswa akan membaca mengenai Keracunan Mitokondria dan korelasinya dengan pengobatan HIV pada <a href="http://www.aidsinfonet.org/">http://www.aidsinfonet.org/</a></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV">Pada waktu yang tersisa, kelasa akan mendiskusikan mengenai kelemahan dan kelebihan dari pengobatan HIV dan mendatangkan solusi untuk masalah kesehatan dari Keracunan Mitokondria</span></li>
</ol>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="FI">Kegiatan Tambahan</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><strong>Tujuan : Siswa akan mampu untuk</strong> </span></p>
<ul>
<li><span lang="SV">Menunjukkan pemahaman mereka mengenai struktur dan fungsi sel dengan menciptakan sebuah model sel tanaman dan hewan khusus.</span></li>
<li><span lang="SV">Menjelaskan langkah-langkah mengerjakan model secara individu ke seluruh kelas</span></li>
<li><span lang="SV">Menghubungkan bahan-bahan yang digunakan untuk menggambarkan masing-masing organel dengan bentuk dan fungsi dari organel tersebut.</span></li>
<li><span lang="SV">Membahas dan evaluasi hasil kerja dari teman sekelas yang lain. </span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><strong>Prosedur</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Edarkan para siswa selembar kertas dengan instruksi berikut ini :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tugas kamu adalah melengkapi sebuah model tiga dimensi dari sel hewan atau tanaman, berikan nama dan jelaskan mengenai fungsi dari setiap organel. Dengan model yang sama, kamu harus menjelaskan dalam selembar kertas mengenai langkah yang kamu lakukan dalam mengerjakan (mendisain) sel tersebut dan alasan mengapa kamu menggunakan bahan tertentu.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span><br />
</span><br />
<strong>Versi Asli</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Summer Reseach Program for Science Teachers<br />
Martine N. Joseph<br />
George Wingate High School, Brooklyn<br />
2000</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Demonstrating the Understanding of Cellular Organelles</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Subject</strong>: Biology</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Grade Level:</strong> 9<sup>th</sup>-11<sup>th </sup></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Time Allocation:</strong> Four 45-minute periods</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">This lesson plan was created to meet several instructional objectives in accordance to the New Science Standards while involving the students in the learning process. Consequently, students will be exposed to the structure and functions of cells through the use of a laboratory, an Internet activity, and cooperative learning. Students will demonstrate their understanding of cellular organelles by creating a model of a typical plant or animal cell. Students will be able relate the malfunctioning of some organelles to health problems such as Mitochondrial Toxicity.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Cooperative Learning Activity<span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Objectives: Students will be able to:</strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;">Distinguish the similarities and differences between Prokaryotic and Eukaryotic cells. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Demonstrate their understanding of the structures and functions of cell organelles. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Learn interpersonal skills as they share, compare, and discuss ideas with each other. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Observe a 3-Dimensional model of plant and animal cells. </span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Materials </strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Film on function and structures of cells </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">VCR and TV set </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Pens, pencil and notebook </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;">Activity Sheet </span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Procedure </strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]-->Divide the class into groups of 4.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Instruct students to watch the video, take notes and make drawings of at least five organelles.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Give the groups at least 15 minutes to discuss and compare their notes.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Hand out the activity sheet and inform the groups that all members must contribute to the answering of the questions.</li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;">Activity Sheet for <em>Cooperative Learning</em> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><em>Please write down the answers to the following questions as determined by all members of your group. </em></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">1. What are cells? <span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/6e.html#ls"><span style="color:red;">9-12 Content Standard C</span></a><span style="color:red;">- The cell]</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">2.  How would a cell be affected if its mitochondria became nonfunctional or damaged?</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">3. Why must the cell membrane be selective in its permeability?</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">4. Provide an explanation as to why a cell ultimately dies when its lysosomes are ruptured.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;line-height:150%;">________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">5. As a group, please rate the importance of 5 organelles and give a reason as to why each organelle is rated at that level in the box.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:7.5pt;">1<sup>0</sup></span><span style="font-size:8pt;">______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="313" height="88" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">2<sup>0</sup>______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" border="0" alt="" width="313" height="91" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">3<sup>0</sup>_______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">4<sup>0</sup>______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">5<sup>0</sup>______________________________________________</span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="313" height="97" /><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Laboratory Activity<span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">Overview: A cell is the smallest unit that can carry out the life processes discussed in a previous lesson. Although all cells have certain characteristics in common, cells can vary in size, shape, and structure. In this activity, we will employ the use of a microscope and other scientific techniques to investigate and examine a variety of plant and animal cells. [<a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/6e.html#st"><span style="color:#000000;">9-12 Content Standard E</span></a>- Understandings about science and technology]</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Objectives: Students will be able to </strong><strong></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Wingdings;">§</span><span style="font-size:7pt;"> </span>Examine the structure of animal and plant cells</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Wingdings;">§</span><span style="font-size:7pt;"> </span>Identify similarities and differences in plant and animal cells</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Wingdings;">§</span><span style="font-size:7pt;"> </span>Apply the knowledge of the scientific method and scientific enquiry</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Wingdings;">§</span><span style="font-size:7pt;"> </span>Demonstrate the skills of preparing a wet mount and staining of cells</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Wingdings;">§</span><span style="font-size:7pt;"> </span>Analyze data and apply thinking skills on a well constructed lab report</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Materials </strong><strong></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">Dropper, cover slips, tweezers, slides, microscope, Elodea, flat toothpicks, sheep’s blood, onion, lab book, Iodine solution, scalpel, blood staining reagents <span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/3.html#tsd"><span style="color:red;">Teaching Standard D</span></a><span style="color:red;">- Make accessible science materials]</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Procedure </strong><strong></strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]-->Explain the activity to the students in previous lesson.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Ask students to divide their lab book into two sections.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->As homework, they should rewrite the procedure for the activity on the left section of their lab book.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Remind students that the right section of the lab book should be used for their observation or questions.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Explain to students about the components of their lab report and discuss what each should entails:</li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Analysis and Conclusions of Lab Activity<span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->How does the structure of cheek cells compare with the structure of onion epithelial cells? <span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/6a.html#unifying"><span style="color:red;">Content Standard Unifying Concepts</span></a><span style="color:red;">- Evidence and explanation]</span></li>
<li><!--[if !supportLists]-->Describe the physical characteristics and functions of the red blood cell.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->How do the staining reagents change the appearance of the cells?</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Describe the shape and the location of the chloroplasts in the elodea leaf.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->In which cell did you see movement of the cytoplasm?</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Draw and label a generalized structure of a plant cell and an animal cell. Under each diagram show the mathematical formula used to determine the total magnification of each cell.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->The main function of red blood cells is to carry oxygen to the tissues. Later it was discovered that red blood cells do not have a mitochondria and derived their energy from anaerobic respiration. Explain why the absence of this organelle is to the benefit of the tissues and the body as a whole.<span style="font-size:14pt;"> </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->A detective, called to the scene of a crime, collected samples of tissues found nearby. How could the police forensic team determine whether these tissues<strong> were</strong> from a plant or an animal? Moreover, the detective had two suspects but only one of them committed the crime. Given that the victim had a piece of foreign tissue under her nails, what are the biotechnology techniques that could be used to identify the killer? <span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/3.html#tsb"><span style="color:red;">Teaching Standard B</span></a><span style="color:red;">- Orchestrate scientific discourse] </span></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Internet Activity<span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Objectives: Students will be able to </strong><strong></strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]-->Observe a 3-dimensional plant and animal cell</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Test their understanding of the structures and functions of organelles</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Relate the malfunctions of organelles to health problems such as Mitochondrial Toxicity</li>
</ul>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><strong>Procedure </strong><strong></strong></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Each student will download the models of plant and animal cells at <a href="http://www.cellsalive.com/cells/3dcells">Http://www.cellsalive.com/cells/3dcells</a>.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Students will draw and label a plant or an animal cell and answer the multiple choice question at the above site for 20 minutes.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Students will read about Mitochondrial Toxicity and its correlation with HIV medications at <a href="http://www.aidsinfonet.org/">http://www.aidsinfonet.org/</a>.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->For the remaining of the period, the class will discuss the disadvantages and advantages of HIV medications and come to a solution for the health problems of Mitochondrial Toxicity.</li>
</ol>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;" align="center"><strong>Extended Activity</strong></p>
<p class="MsoBodyText2"><strong>Objectives: Students will be able to </strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Demonstrate their understanding of cell structures and functions by creating a model of a typical plant or animal cell.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Explain the steps taken in designing their individual model to the class</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Relate the materials used to represent each organelle to the shape and function of the organelle.</li>
<li><!--[if !supportLists]-->Criticize and evaluate the work of other classmates. <span style="color:red;">[</span><a href="http://books.nap.edu/html/nses/html/3.html#tse"><span style="color:red;">Teaching Standard E</span></a><span style="color:red;">- Structure and facilitate formal and informal discussion]</span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText2">
<p class="MsoBodyText2"><strong>Procedure </strong><strong></strong></p>
<p class="MsoBodyText2"><em>Distribute to students a sheet with the following instruction: </em></p>
<p class="MsoBodyText2">Your task is to complete a 3D model of a plant or animal cell, naming, and describing the functions of each organelle. Along with the model, you must hand a paper describing the steps that you took in designing your cell and the reasons why certain materials were used.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=35&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/06/04/sel-rencana-pembelajaran-biologi-sma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/MICROS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN KULTUR  BERBAHASA INGGRIS DI SEKOLAH</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/membangun-kultur-berbahasa-inggris-di-sekolah/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/membangun-kultur-berbahasa-inggris-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 15:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[RSBI]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Rahmat Update 25 Mei 2008 Dulu, bahasa Indonesia tidak digunakan di kelas-kelas awal Sekolah Dasar. Saya mengggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar sampai kelas 3. Mulai kelas 4 bahasa Indonesia digunakan dalam seluruh proses pembelajaran kecuali dalam bahasa Sunda. Peralihan itu dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia tidak menjadi beban berat karena semua buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=34&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Rahmat<br />
Update 25 Mei 2008<br />
<span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dulu, bahasa Indonesia tidak digunakan di kelas-kelas awal Sekolah Dasar. Saya mengggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar sampai kelas 3. Mulai kelas 4 bahasa Indonesia digunakan dalam seluruh proses pembelajaran kecuali dalam bahasa Sunda. Peralihan itu dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia <strong>tidak menjadi beban berat</strong> karena semua buku yang digunakan dan guru menggunakan bahasa Indonesia. Malahan saat itu semua siswa bangga mengerti bahasa Indonesia karena memahami berita di radio.</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pada saat saya menjadi guru SD tahun 1977 dalam pengajaran baru saja pengajaran di SD mengalami perubahan. Bersamaan dengan munculnya metode pembelajaran <strong>Struktur Analitik Sintetik (SAS)</strong> pengajaran awal tidak dimulai dengan mengeja. Ini Budi, merupakan pelajaran awal membaca. Seluruh siswa dari kelas awal SD menggunakan bahasa Indonesia. Saya ingat pada saat itu  banyak teman guru yang tidak setuju dengan menggunakan bahasa Indonesia sejak awal, namun karena mereka harus tunduk pada kebijakan maka pada akhirnya semua berjalan seperti sesuatu yang biasa. Penerapan metode ini telah berdampak pada percepatan penggunaan bahasa Indonesia di sekolah dasar.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Bagi peserta didik yang berbahasa ibu bahasa daerah, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris sama asingnya</strong>. Bedanya ketika peserta didik menambah kompetensi dalam bahasa Indonesia kultur lingkungan mendukung, sebaliknya ketika siswa hendak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari kultur lingkungan tidak menunjangnya. Inilah yang menjadi masalah utama mengapa sekolah sulit mengembangkan budaya berbahasa Inggris. Masalah ini pula yang sekarang dihadapi sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dari SD sampai ke SLTA dianjurkan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar terutama pada sain dan matematika. Karuan saja bagi sebagian guru hal ini telah menjadi tragedi. Bayangkan saja dari kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia bertahun-tahun harus belajar dan mengubah kebiasaan dalam jangka waktu yang singkat menggunakan bahasa Inggris. Bagi sebagian guru jangankan menggunakannya, melafalkan saja duh.. sulit sekali. Sehingga, <strong>menjadi guru RSBI ternyata tidak hanya membutuhkan kepandaian, tapi juga keberanian, termasuk berani salah menggunakan bahasa Inggris</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sebenarnya kalau ditelaah lebih jauh, perubahan pada penggunaan bahasa pengantar pada program RSBI dengan penggunaan bahasa Indonesia bagi peserta didik berbahasa ibu bahasa daerah merupakan model yang sama, namun konteksnya saja yang berbeda. <strong>Bahasa Indonesia mudah mencari konteksnya sehingga kompetensi siswa mendapat dukungan kultur sedangkan penggunaan bahasa Inggris tidak memeroleh dukungan kulturnya</strong>. Seperti menanam padi idealnya di sawah, ketika bibit padi ditanam di ladang kering, maka bibit tak bisa tumbuh. Yang diperlukan adalah mengubah ladang kering menjadi ladang basah atau menjadikannya sawah sekalian. Model ini sebenarnya termasuk dalam model pembaruan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Robert J Havighurst dan Bernice L Neuigarten dalam bukunya Society and Education (1966 p. 9) menegaskan bahwa struktur masyarakat merupakan kelompok daripada himpunan orang-orang. Dalam kelompok itu mereka memiliki keyakinan dan kebiasaan, mereka memilikinya selanjutnya tumbuh menjadi budaya. Kultur menurutnya merupakan produk dari proses belajar dan pembiasaan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika pembaruan penggunaan bahasa Inggris merupakan model pembaharuan yang tidak menemukan konteksnya di sekolah maka yang menjadi <strong>persoalan utamanya adalah bagaimana kultur pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dibangun di sekolah</strong>. Tentu hal ini tidak mudah sebab banyak sekolah yang mengalami kegagalan untuk membangun kultur itu melalui kegiatan pembelajaran. Selama ini pembelajaran formal bahasa Inggris di SMP maupun di SMA tidak menunjukan hasil sebagaimana yang diharapkan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Belajar dari pengalaman peralihan penggunaan <strong>bahasa daerah</strong> ke <strong>bahasa Indonesia</strong> terdapat beberapa komponen kultur yang disiapkan;</p>
<ol>
<li> Tersedia <strong>buku</strong> dan sejumlah <strong>bacaan</strong> dalam bahasa yang akan digunakan.</li>
<li> Tersedia <strong>guru</strong> yang menjadi <strong>pengguna</strong>;</li>
<li> Dikembangkan <strong>kebiasaan menggunakan</strong> dari waktu ke waktu sehingga pada waktu tertentu siswa tidak punya pilihan lain selain menjadi pengguna bahasa itu.</li>
<li> Tersedia f<strong>asilitas penunjang</strong> seperti berita di radio, televisi, koran;</li>
<li> Bahasa itu <strong>digunakan setiap saat</strong> sehingga taman sebayanya menjadi kelompok belajar.</li>
<li> Terdapat <strong>ruang tertentu</strong> yang memaksa orang tidak menggunakan bahasa lain.</li>
<li> Penggunaan tidak hanya pada ruang lingkup sekolah, namun di <strong>luar sekolah</strong>.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Memperhatikan pengalaman itu, maka <strong>yang perlu sekolah kembangkan adalah</strong> <strong>peluang siswa untuk mengembangkan kebiasaan menggunakan bahasa Inggris melalui pengembangan kegiatan</strong> tidak hanya dalam kegiatan belajar namun dalam seluruh aspek kehidupan di sekolah dengan memperbanyak bahan bacaan, menyediaan guru pemandu, menggunakan dalam kegiatan yang nyata, sewaktu-waktu menyediakan kegiatan yang membuat siswa tidak punya pilihan lain kecuali menggunakan bahasa Inggir, menyediakan audio visual, menyediakan teknologi informasi di komunikasi yang dapat siswa gunakan setiap saat, dan memberikan tugas-tugas lain di luar tugas dalam kegiatan di kelas.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bentuk kegiatan yang dikembangkan adalah <strong>kegiatan pertemuan rutin dalam bahasa Inggris, diskusi, seminar, workshop, memberikan tugas-tugas yang difasilitasi oudio visual, rapat, penerbitan media, pertemuan dengan <em>native speaker</em>, dan diskusi dengan orang-orang asing</strong>. Hal terakhir ini sangat baik jika orang asing yang didatangkan belum bisa berbahasa Indonesia sehigga  siswa tidak memiliki pilihan lain kecuali menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk mendukung pengembangan budaya itu memang sebaiknya <strong>Kepala Sekolah</strong> sekurang-kurangnya <strong>memilik komitmen untuk membangun budaya semacam itu</strong>, lebih baik jika dapat berkomunikasi dengan siswa. Karena mengembangkan pembaharuan di sekolah selain membutuhkan ruangan, sarana, prasarana, perhatian, dana, juga <strong>keteladanan</strong>. Hal yang terakhir itu lebih baik baik, satu contoh lebih baik daripada seribu harus. Dengan demikian menambah bahasa pengantar sesungguhnya tidak perlu jadi beban jika kultur sekolah mendukungnya, membangun kebiasaan dan keyakinan <strong>&#8220;kita pasti bisa !&#8221;</strong>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=34&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/membangun-kultur-berbahasa-inggris-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CATATAN PINGGIR</title>
		<link>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/catatan-pinggir/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/catatan-pinggir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 13:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurupembaharu</dc:creator>
				<category><![CDATA[RSBI]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[PAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[WORKSHOP PAKET APLIKASI SEKOLAH (PAS) DALAM RANGKA MENINGKATKAN STANDAR PENGELOLAAN SEKOLAH Dr. Rahmat 25 Mei 2008 Pertemuan segitiga antara Direktorat Pembinaan SMA, Para Pengelola PAS SMA, dan pihak Pengembang PAS pada tanggal 21 hingga tanggal 23 Mei 2008 di Cisarua membahas tiga agenda utama. Pertama diskusi tentang kendala penerapan PAS, cerita sukses aplikasi PAS dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=33&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WORKSHOP<br />
PAKET APLIKASI SEKOLAH (PAS)<br />
DALAM RANGKA MENINGKATKAN STANDAR PENGELOLAAN SEKOLAH</p>
<p>Dr. Rahmat<br />
25 Mei 2008<br />
<span><br />
<span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pertemuan segitiga antara Direktorat Pembinaan SMA, Para Pengelola PAS SMA, dan pihak Pengembang PAS pada tanggal 21 hingga tanggal 23 Mei 2008 di Cisarua membahas tiga agenda utama. Pertama diskusi tentang kendala penerapan PAS, cerita sukses aplikasi PAS dan meninjau ulang Manual PAS untuk meningkatkan kepraktisan dan meningkatkan kemudahan penerapannya.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ada 14 sekolah yang hadir dari Bali, Jatim, Jateng, Jabar, dan Sumatera Selatan, mereka yang hadir adalah yang telah sukses menerapkan PAS di masing-masing sekolahnya. Mereka telah membuktikan bahwa PAS merupakan program yang layak guna dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi sekolah. Sejumlah sekolah yang telah sukses menerapkan PAS seperti dari SMAN 4 Denpasar Bali, SMA Muhammadiyah Geresik, Malang, Banyuwangi bahkan sekolah yang berada di kecamatan, seperti Jatiroto. Dari Sumsel salah satunya adalah SMAN 3 Kayuagung. Juga dari Tambun Bekasi.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Di balik kisah sukses mereka yang telah dapat menerapkan PAS secara lengkap mulai dari administrasi sekolah, kepegawaian, kesiswaan, akademik, dan keuangan secara terstruktur sampai terintegrasi pada sistem SMS dan WEB adalah cerita perjuangan yang telah mengubah sistem administrasi sekolah dengan model manual ke sistem digital. Mereka memiliki kegigihan yang berbeda daripada banyak pengguna yang kurang sabar untuk menuai hasil yang diharapkan. Dan, mereka telah membuktikan bahwa PAS memang baik untuk mendukung sistem administrasi sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kisah sukses itu seperti hiburan segar di tengah ketegangan. Diskusi yang diselenggarakan cepat hangat ketika berbicara mengenai  kendala yang masih menghadang banyak sekolah dalam menerapkan sistem ini. Terdapat beberapa kendala utama yang mengemuka, hampir semua masalah pernah muncul di forum web Dikmenum. Analisis kendala mengelompokan masalah sebagai berikut. Pertama, operator belum memiliki kompetensi yang memadai sebagai pengelola sistem;  Kedua; operator yang kurang sabar dalam mengelola PAS. Baru mengentri data sedikit ingin mendapatkan hasil yang banyak. Belum mengisi data lengkap ingin lihat out put. Ketiga; operator malas baca manual. Keempat; kurang besarnya motivasi sekolah untuk melakukan pembaharuan administrasi sekolah; Kelima; kompleksitas program sistem PAS sehingga berkesan kendalanya kompleks dan tidak mudah diterapkan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Terlepas dari kendala yang ada, sukses sekolah dalam mengaplikasikan PAS telah menampilkan model baru dalam pengelolaan administrasi sekolah. Sukses sebagian sekolah ini merupakan loncatan yang akan sangat menentukan daya kompetisi sekolah di masa depan. TIK akan menjadi sarana utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik dalam bermasyarakat yang semakin terintegrasi pada perkembangan ekonomi global  serta akan semakin penting dalam mendukung pengembangan identitas dan kultur lokal yang memiliki daya saing secara global.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Secara realisitis PAS terbukti mampu mengintegrasikan potensi penyelenggaraan manajemen sekolah dalam penyediaan data pendukung pengambilan keputusan. Standar ketepatan pengambilan keputusan akan meningkat karena didukung dengan data yang akurat pada seluruh bidang penyelenggaraan administrasi dan memudahkan melaksanakan proses pelaporan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">PAS juga terbuka untuk dikembangkan. SMA Muhammadiyah Greksik menjadi salah satu contoh yang pantastis. Betapa tidak, sekolah ini telah mengembangkan PAS berbasis WEB sehigga program ini berfungsi optimal dalam pengelolaan sekolah baik dalam penyediaan informasi untuk seluruh anggota komunitas sekolah, pembaharuan budaya komunikasi, dan mengkobinasikan pemahaman ilmu pengetahuan, keterampilan menggunakan teknologi dalam bentuk pembaharuan melek teknologi sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia yang akan berkontribusi positif pada peningkatan peran sekolah sebagai agen perubahan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Program yang dilakukan sekolah yang sukses menerapkan PAS merupakan langkah baru sebagaimana yang sedang dilakukan oleh berbagai negara, contohnya New Zealand yang sedang mencanangkan pengembangan ICT sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa melalui (1) peningkatan efektivitas belajar mengajar (2) meningkatkan efisiensi manajemen dan proses pengelolaan administrasi (3) dan membangun inprastruktur ICT dengan melibatkan guru, kepala sekolah, komite sekolah, pelajar, orang tua siswa dan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Apa yang sedang dilakukan oleh beberapa sekolah yang sedang menikmati perkembangan keberhasilan adalah awal dari sukses SMA di masa depan yang akan melahirkan generasi baru dalam bidang belajar mengajar dan pengelolaan sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Semoga segera disusul oleh sekolah lainnya sehingga masalah yang selama ini muncul yakni tidak seimbangnya perhatian sekolah pada aplikasi TIK sebagai pendukung pembelajaran dengan TIK sebagai pendukung pengelolaan administrasi sekolah segera akan berakhir dan sekolah memiliki sistem manajemen yang handal untuk meningkatkan sukses pembelajaran. Semoga.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurupembaharu.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurupembaharu.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurupembaharu.wordpress.com&amp;blog=3466698&amp;post=33&amp;subd=gurupembaharu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.wordpress.com/2008/05/25/catatan-pinggir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a22e4fdb7c86406cd74d59ce36271005?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurupembaharu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
