WORKSHOP
PAKET APLIKASI SEKOLAH (PAS)
DALAM RANGKA MENINGKATKAN STANDAR PENGELOLAAN SEKOLAH
Dr. Rahmat
25 Mei 2008
Pertemuan segitiga antara Direktorat Pembinaan SMA, Para Pengelola PAS SMA, dan pihak Pengembang PAS pada tanggal 21 hingga tanggal 23 Mei 2008 di Cisarua membahas tiga agenda utama. Pertama diskusi tentang kendala penerapan PAS, cerita sukses aplikasi PAS dan meninjau ulang Manual PAS untuk meningkatkan kepraktisan dan meningkatkan kemudahan penerapannya.
Ada 14 sekolah yang hadir dari Bali, Jatim, Jateng, Jabar, dan Sumatera Selatan, mereka yang hadir adalah yang telah sukses menerapkan PAS di masing-masing sekolahnya. Mereka telah membuktikan bahwa PAS merupakan program yang layak guna dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi sekolah. Sejumlah sekolah yang telah sukses menerapkan PAS seperti dari SMAN 4 Denpasar Bali, SMA Muhammadiyah Geresik, Malang, Banyuwangi bahkan sekolah yang berada di kecamatan, seperti Jatiroto. Dari Sumsel salah satunya adalah SMAN 3 Kayuagung. Juga dari Tambun Bekasi.
Di balik kisah sukses mereka yang telah dapat menerapkan PAS secara lengkap mulai dari administrasi sekolah, kepegawaian, kesiswaan, akademik, dan keuangan secara terstruktur sampai terintegrasi pada sistem SMS dan WEB adalah cerita perjuangan yang telah mengubah sistem administrasi sekolah dengan model manual ke sistem digital. Mereka memiliki kegigihan yang berbeda daripada banyak pengguna yang kurang sabar untuk menuai hasil yang diharapkan. Dan, mereka telah membuktikan bahwa PAS memang baik untuk mendukung sistem administrasi sekolah.
Kisah sukses itu seperti hiburan segar di tengah ketegangan. Diskusi yang diselenggarakan cepat hangat ketika berbicara mengenai kendala yang masih menghadang banyak sekolah dalam menerapkan sistem ini. Terdapat beberapa kendala utama yang mengemuka, hampir semua masalah pernah muncul di forum web Dikmenum. Analisis kendala mengelompokan masalah sebagai berikut. Pertama, operator belum memiliki kompetensi yang memadai sebagai pengelola sistem; Kedua; operator yang kurang sabar dalam mengelola PAS. Baru mengentri data sedikit ingin mendapatkan hasil yang banyak. Belum mengisi data lengkap ingin lihat out put. Ketiga; operator malas baca manual. Keempat; kurang besarnya motivasi sekolah untuk melakukan pembaharuan administrasi sekolah; Kelima; kompleksitas program sistem PAS sehingga berkesan kendalanya kompleks dan tidak mudah diterapkan.
Terlepas dari kendala yang ada, sukses sekolah dalam mengaplikasikan PAS telah menampilkan model baru dalam pengelolaan administrasi sekolah. Sukses sebagian sekolah ini merupakan loncatan yang akan sangat menentukan daya kompetisi sekolah di masa depan. TIK akan menjadi sarana utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik dalam bermasyarakat yang semakin terintegrasi pada perkembangan ekonomi global serta akan semakin penting dalam mendukung pengembangan identitas dan kultur lokal yang memiliki daya saing secara global.
Secara realisitis PAS terbukti mampu mengintegrasikan potensi penyelenggaraan manajemen sekolah dalam penyediaan data pendukung pengambilan keputusan. Standar ketepatan pengambilan keputusan akan meningkat karena didukung dengan data yang akurat pada seluruh bidang penyelenggaraan administrasi dan memudahkan melaksanakan proses pelaporan.
PAS juga terbuka untuk dikembangkan. SMA Muhammadiyah Greksik menjadi salah satu contoh yang pantastis. Betapa tidak, sekolah ini telah mengembangkan PAS berbasis WEB sehigga program ini berfungsi optimal dalam pengelolaan sekolah baik dalam penyediaan informasi untuk seluruh anggota komunitas sekolah, pembaharuan budaya komunikasi, dan mengkobinasikan pemahaman ilmu pengetahuan, keterampilan menggunakan teknologi dalam bentuk pembaharuan melek teknologi sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia yang akan berkontribusi positif pada peningkatan peran sekolah sebagai agen perubahan masyarakat.
Program yang dilakukan sekolah yang sukses menerapkan PAS merupakan langkah baru sebagaimana yang sedang dilakukan oleh berbagai negara, contohnya New Zealand yang sedang mencanangkan pengembangan ICT sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa melalui (1) peningkatan efektivitas belajar mengajar (2) meningkatkan efisiensi manajemen dan proses pengelolaan administrasi (3) dan membangun inprastruktur ICT dengan melibatkan guru, kepala sekolah, komite sekolah, pelajar, orang tua siswa dan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
Apa yang sedang dilakukan oleh beberapa sekolah yang sedang menikmati perkembangan keberhasilan adalah awal dari sukses SMA di masa depan yang akan melahirkan generasi baru dalam bidang belajar mengajar dan pengelolaan sekolah.
Semoga segera disusul oleh sekolah lainnya sehingga masalah yang selama ini muncul yakni tidak seimbangnya perhatian sekolah pada aplikasi TIK sebagai pendukung pembelajaran dengan TIK sebagai pendukung pengelolaan administrasi sekolah segera akan berakhir dan sekolah memiliki sistem manajemen yang handal untuk meningkatkan sukses pembelajaran. Semoga.